Material Naik, Harga Properti Bakal Terkerek

Senin, 06 April 2015 - 15:35 WIB
Material Naik, Harga...
Material Naik, Harga Properti Bakal Terkerek
A A A
BATAM - Real Estate Indonesia (REI) khusus Batam memperkirakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bakal menyebabkan kenaikan harga material, yang pada akhirnya berimbas pada harga properti.

Ketua DPD REI Khusus Batam Djaja Roeslim mengatakan, pengaruh pelemahan rupiah terhadap USD terjadi pada kebutuhan material yang diimpor. REI mencatat, setidaknya satu unit rumah menggunakkan komponen material impor minimal 30%, yang dibeli menggunakkan kurs USD.

Komponen itu akan naik harga terutama barang-barang yang sudah dipatok dengan harga baru setelah rupiah anjlok. Di samping itu, kenaikan harga juga dipengaruhi pertumbuhan inflasi setiap tahunnya.

"Inflasi dari tahun ke tahun naik. Apalagi depresiasi rupiah sangat berpengaruh di Batam karena sebagian komponen masih menggunakkan USD, materialnya minimal 30%," papar Djaja di Batam, Senin (6/4/2015).

Biasanya, masalah fluktuasi rupiah berpengaruh pada kenaikan harga bahan baku pabrikan yang diimpor, seperti kebutuhan penerangan mewah, batu marmer, besi hingga baru beton yang digunakan oleh rumah-rumah atau properti kelas atas.

Meski begitu, Djaja mengatakan, pengembang tidak akan langsung menaikkan harga jual rumah. Namun kenaikan harga jual justru mengikuti pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahunan yang ikut mengerek harga komponen.

REI sebelumnya menyatakan, harga properti di Batam dipastikan mengalami kenaikan rata-rata 10%, seiring naiknya harga bahan bangunan yang terdorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenaikan itu membuat pengembang setempat harus menyesuaikan harga properti. Kenaikan harga itu akan dialami semua produk properti.

"Harga pasti naik, harga material naik sejak harga BBM naik, pengembang menyesuaikan," ujar Djaja.

Dari sisi pertumbuhan properti, Djaja menyebutkan pada tahun 2015 jumlah pasokan properti tidak terlalu berbeda dibanding tahun 2014.

Perkiraan pasokan pada 2015 untuk produk rumah seperti rumah tapak sederhana (RTS) hingga rumah mewah bisa mencapai 8.000 unit. Sementara diperkirakan 3.000 untuk produk lain, seperti rumah toko (ruko). Sedangkan pada 2014, pasokan properti mencapai 11.000 unit, baik rumah dan ruko.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved