Budi Isman Raih Sukses Setelah Empat Kali DO

Rabu, 08 April 2015 - 22:19 WIB
Budi Isman Raih Sukses...
Budi Isman Raih Sukses Setelah Empat Kali DO
A A A
BERAKIT ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit dahulu senang kemudian. Peribahasa ini sepertinya cocok disematkan pada CEO Smartpreneur-Pro Indonesia Budi Satria Isman.

Siapa yang menyangka seorang Budi Isman sebelum mencapai puncak kesuksesan saat ini, pernah merasakan getirnya kehidupan lantaran berkali-kali dikeluarkan alias drop-out (DO) semasa kuliah.

Dalam acara Talkshow Gerakan Oneintwenty Movement dia mengatakan bahwa kisah hidupnya tidak semanis saat kini dirinya sudah menggapai puncak karier. Mantan Direktur Group Coca Cola Amatil Indonesia ini mengungkapkan, pada umur 16 tahun dirinya telah mengenyam dunia pendidikan tinggi.

"Karena kecepatan masuk kuliah, makanya saya sering di DO, terus saya nganggur lagi dan masuk akademi bahasa asing, abis itu DO juga," tuturnya di Balai Kartini, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Setelah didepak dari akademi bahasa asing, dia tidak putus asa dan memutuskan untuk berkuliah di Universitas Indonesia (UI). Budi berkeinginan untuk membahagiakan kedua orang tuanya dengan masuk universitas yang kala itu menjadi tempat berkumpulnya para menteri di Indonesia.

"Saya pingin menghadiahkan orang tua, akhirnya saya masuk UI. Tapi beberapa tahun akhirnya DO juga. Jadi kira-kira saya pernah empat kali DO," sebut dia.

Setelah berkali-kali didepak dari berbagai perguruan tinggi, Budi pun memutuskan untuk terbang ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) berkat paksaan orang tuanya. Menurutnya, orang tua memintanya untuk kuliah di George Washington University, Washington DC, AS.

"Setelah memutuskan untuk pergi ke AS baru saya tahu apa tujuan hidup saya. Nilai IP saya kalau digabung cuma 1,2. Enggak ada universitas yang mau terima saya di Indonesia. Tapi karena saya pernah belajar marketing, saya akhirnya bisa yakinkan George Washington untuk menerima saya," kisah Budi.

Menurut dia, keberhasilannya meyakinkan George Washington University untuk menerima dirinya menjadi mahasiswa, lantaran Budi berhasil menjawab tantangan pihak kampus untuk mendapatkan nilai B+ untuk tiga mata kuliah di tahun pertama.

"Saya disuruh semester pertama untuk dapatkan nilai B+ kalau mau diterima. Akhirnya saya buktikan tiga mata kuliah saya dapat A," katanya.

Setelah menyelesaikan studinya, Budi kemudian merintis kariernya di berbagai perusahaan kenamaan di Indonesia. Pria kelahiran Jambi, 23 Maret 1962 ini pernah tercatat menjadi petinggi di berbagai perusahaan, seperti Sari Husada, Coca Cola Amatil Indonesia, dan perusahaan asal Perancis, Danone.

Budi ,emhaku berkeinginan untuk pensiun sebelum umur 45, namun saat pensiun dirinya harus mencapai karier profesional sampai puncak. Penggagas gerakan wirausaha nasional ini pun berhasil menggapai cita-citanya untuk pensiun saat kariernya telah mencapai puncak.

"Itu perjalanan yang saya lakukan, walaupun tidak gampang. Umur 41 saya sampai di puncak karier saya. Setelah itu saya berpikir harus lakukan suatu yang berbeda, khususnya pengembangan wirausaha. Makanya didirikanlah Yayasan Pro Indonesia dan Gerakan Oneintwenty," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pegadaian Ikut Bersihkan...
Pegadaian Ikut Bersihkan Pantai Melawai Balikpapan melalui BUMN Environmental Movement
BUMN Environmental Movement,...
BUMN Environmental Movement, Pegadaian Ajak Masyarakat Medan Bersih-bersih Sungai
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Siap Digelar, Total Hibah Modal Usaha Capai Rp2 Miliar
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Program Pinky Movement...
Program Pinky Movement Pastikan Ketersediaan Pasokan LPG bagi UMKM
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Gandeng Generasi Muda Kreatif
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
13 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
14 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
24 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Mutiara Annisa Baswedan,...
Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Beasiswa LPDP ke Harvard
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved