BKPM Rangkul Daerah Kejar Target Investasi Rp519 T
Sabtu, 11 April 2015 - 17:42 WIB
BKPM Rangkul Daerah Kejar Target Investasi Rp519 T
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaksanakan berbagai upaya untuk memastikan tercapainya target investasi Rp519 triliun pada 2015. Salah satunya dengan merangkul pemerintah daerah (pemda).
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, tidak cukup hanya menarik minat investasi dari dalam dan luar negeri, BKPM juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses realisasi setiap rencana investasi yang masuk tidak terhambat.
"Peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah mutlak dilakukan karena menurut data BKPM rasio investasi secara nasional hanya 39%," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (11/4/2015).
Angka ini diperoleh dari rencana investasi yang masuk ke seluruh wilayah Indonesia 2005-2014 sebesar USD427,99 miliar dan realisasi investasi pada periode yang sama sebesar USD168,23 Miliar.
Dia menyebut, angka rasio investasi tersebut mencerminkan tidak mulusnya proses realisasi investasi. Guna meningkatkan angka realisasi investasi, peran pemerintah daerah menjadi sangat penting karena merekalah yang berwenang terhadap wilayah yang menjadi lokasi investasi.
"Kami membangun sinergi dengan pemeintah daerah untuk menyusun kebijakan yang pro investasi demi menghilangkan hambatan ketika investor merealisasikan rencana investasinya,” ujar Franky.
Dari lima provinsi yang menjadi tujuan utama investasi di Indonesia pada 2010-2014, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Kalimantan Timur, hanya DKI Jakarta dan Jawa Barat yang memiliki rasio investasi di atas 50%.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, tidak cukup hanya menarik minat investasi dari dalam dan luar negeri, BKPM juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses realisasi setiap rencana investasi yang masuk tidak terhambat.
"Peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah mutlak dilakukan karena menurut data BKPM rasio investasi secara nasional hanya 39%," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (11/4/2015).
Angka ini diperoleh dari rencana investasi yang masuk ke seluruh wilayah Indonesia 2005-2014 sebesar USD427,99 miliar dan realisasi investasi pada periode yang sama sebesar USD168,23 Miliar.
Dia menyebut, angka rasio investasi tersebut mencerminkan tidak mulusnya proses realisasi investasi. Guna meningkatkan angka realisasi investasi, peran pemerintah daerah menjadi sangat penting karena merekalah yang berwenang terhadap wilayah yang menjadi lokasi investasi.
"Kami membangun sinergi dengan pemeintah daerah untuk menyusun kebijakan yang pro investasi demi menghilangkan hambatan ketika investor merealisasikan rencana investasinya,” ujar Franky.
Dari lima provinsi yang menjadi tujuan utama investasi di Indonesia pada 2010-2014, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Kalimantan Timur, hanya DKI Jakarta dan Jawa Barat yang memiliki rasio investasi di atas 50%.
(dmd)
Lihat Juga :