BI Optimistis Neraca Perdagangan Akan Lebih Sehat

Kamis, 16 April 2015 - 07:31 WIB
BI Optimistis Neraca...
BI Optimistis Neraca Perdagangan Akan Lebih Sehat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan pada Januari-Maret 2015, sesuai dengan perkiraan. BI optimistis neraca perdagangan ke depan akan lebih sehat.

"BI memperkirakan struktur neraca perdagangan Indonesia ke depan akan lebih sehat, sehingga semakin mendukung proses pemulihan keseimbangan eksternal," ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacobs, Rabu (15/4/2015).

Neraca perdagangan Indonesia pada periode Maret 2015 mencatat peningkatan surplus USD1,13 miliar dari surplus USD0,66 miliar dolar pada bulan sebelumnya.

"Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya surplus pada neraca nonmigas, sementara neraca migas kembali mengalami defisit," terangnya.

Neraca perdagangan nonmigas tercatat surplus sebesar USD1,41 miliar, naik dibanding bulan sebelumnya yang mencatat surplus USD0,63 miliar.

Dia mengungkapkan, peningkatan surplus tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat 12,5% (mtm) menjadi USD11,72 miliar, terutama pada ekspor bahan bakar mineral (23,6%; mtm), lemak dan minyak hewan/nabati (9,0%; mtm), perhiasan/permata (24,2%; mtm), kayu dan barang dari kayu (33,3%; mtm), serta mesin/peralatan listrik (10,0%; mtm).

Namun, peningkatan kinerja neraca perdagangan nonmigas lebih lanjut tertahan meningkatnya impor nonmigas sebesar 5,3% (mtm) menjadi USD10,31 miliar. Terutama karena meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin, peralatan listrik, kendaraan bermotor dan bagiannya, kapal laut serta bangunan terapung.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD0,28 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus sebesar USD0,03 miliar.

"Defisit neraca migas tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan impor migas yang dipicu oleh meningkatnya volume dan harga impor minyak mentah, serta hasil minyak," pungkas Peter.

(Baca: Mantan Menkeu Ingatkan RI Harus Hati-hati Impor Anjlok)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bagaimana BI Memandang...
Bagaimana BI Memandang Surplus Neraca Perdagangan Beruntun
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, BI : Perkuat Ketahanan Eksternal
BI: Neraca Dagang Surplus...
BI: Neraca Dagang Surplus Bikin Ketahanan Ekonomi Positif
Neraca Perdagangan Surplus...
Neraca Perdagangan Surplus USD3,94 Miliar, Begini Respons BI
Cara BI Memandang Tren...
Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved