Utang Jangka Panjang Dominasi ULN Indonesia

Sabtu, 18 April 2015 - 17:33 WIB
Utang Jangka Panjang...
Utang Jangka Panjang Dominasi ULN Indonesia
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengungkapkan, berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia didominasi ULN berjangka panjang atau sebesar 85,3% dari total ULN.

ULN berjangka panjang pada Februari 2015 tumbuh 9,8% (yoy). Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan Januari 2015 yang tercatat sebesar 10,9% (yoy). Sementara, ULN berjangka pendek tumbuh 7,2% (yoy), juga lebih rendah dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,1% (yoy).

"Pada akhir Februari 2015, utang luar negeri berjangka panjang sektor publik mencapai USD131,3 miliar atau 97,5% dari total utang luar negeri sektor publik," papar dia, Sabtu (18/4/2015).

Sementara, ULN berjangka panjang sektor swasta sebesar USD123,7 miliar atau 75,4% dari total utang luar negeri swasta. Posisi utang luar negeri berjangka pendek mencapai USD43,8 miliar (14,7% dari total utang luar negeri).

Menurutnya, di sektor swasta, posisi ULN pada akhir Februari 2015 terutama terkonsentrasi pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas and air bersih. "Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta masing-masing sebesar 29,4%, 20,0%, 16,1%, dan 11,7%," tuturnya.

Pada Februari 2015, ULN sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sedangkan ketiga sektor lainnya mengalami perlambatan.

"Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian," tukasnya.

Ke depan, BI akan tetap memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya sektor swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
23 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
43 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved