Dow dan S&P Berakhir Terkoreksi, Nasdaq Dekati Rekor

Rabu, 22 April 2015 - 09:00 WIB
Dow dan S&P Berakhir...
Dow dan S&P Berakhir Terkoreksi, Nasdaq Dekati Rekor
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi, sementara Nasdaq ditutup mendekati rekor tertinggi karena merger perusahaan biotek.

Saham Travelers (TRV.N), DuPont (DD.N) dan IBM (IBM.N)membebani indeks Dow Jones. DuPont melaporkan penjualan yang lebih rendah di semua bisnis dan menguatnya USD.

IBM juga menyebutkan, efek mata uang berefek pada menurunnya pendapatan perusahaan. Saham DuPont mengakhiri sesi anjlok 2,95% menjadi USD70,69 dan IBM turun 1,14% menjadi USD164,26.
Sementara saham Travelers berakhir turun 4,01% karena melemahnya kinerja perusahaan.

Musim laporan keuangan kuartal I tahun ini berayun, dengan hampir 73% emiten di indeks S&P 500 yang telah melaporkan membukukan laba bersih di atas ekspektasi, tetapi hanya 42,2% memukul ekspektasi pendapatan.

Menguatnya USD karena telah merugikan perusahaan multinasional AS, termasuk perusahaan-perusahaan teknologi, seperti Facebook (FB.O), Google (GOOGL.O), Qualcomm (QCOM.O) dan Microsoft (MSFT.O). Mereka diperkirakan akan melaporkan kinerjanya pekan ini.

"Ada banyak cross pada laba. Apakah kita di margin puncak? Apakah kita akan terus atau mungkin akan terjadi pelemahan? Orang cukup memusatkan perhatiannya pada hal itu," kata Kepala Investasi di Kirr Marbach & Co Mark Foster seperti dilansir dari Reuters, Rabu (22/4/2015).

USD telah naik hampir 9% sejak awal tahun terhadap sejumlah mata uang utama dunia, menyakiti perusahaan berorientasi ekspor.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 85,34 poin atau 0,47% menjadi berakhir pada 17.949,59; indeks S&P 500 kehilangan 3,11 poin atau 0,15% ke 2.097,29; sedangkan Nasdaq Composite bertambah 19,50 poin atau 0,39% ke 5.014,10.

Sekitar 5,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian bulanan sebanyak 6,2 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
29 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
3 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved