ASEAN Bakal Geser China Jadi Pusat Manufaktur Dunia

Rabu, 29 April 2015 - 17:18 WIB
ASEAN Bakal Geser China...
ASEAN Bakal Geser China Jadi Pusat Manufaktur Dunia
A A A
SINGAPURA - Murahnya upah tenaga kerja muda dan lokasi strategis di Myanmar, Kamboja dan Laos menarik semakin banyak investor datang ke Asia Tenggara (ASEAN), yang pada akhirnya akan menggeser China sebagai pusat manufaktur dunia.

Ekonom ANZ Bank menyatakan, transformasi ini akan menjadi bagian dari kebangkitan ASEAN untuk menjadi pilar ketiga dari pertumbuhan regional setelah China dan India.

Pada 2030, lebih setengah dari 650 juta penduduk di Asia Tenggara, dengan usia di bawah 30 tahun akan menjadi kelas menengah dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

"Kami juga percaya Asia Tenggara akan menggeser China sebagai pusat manufaktur dunia dalam 10-15 tahun ke depan karena produsen akan mengambil keuntungan dari tenaga kerja yang murah dan berlimpah di wilayah seperti Mekong," tulis ANZ seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/4/2015).

Faktor yang akan membantu pergeseran ini adalah hubungan antara upah tenaga kerja yang murah di negara seperti Myanmar, Kamboja dan Laos, biaya yang rendah di Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina, serta produsen canggih di Singapura dan Malaysia.

Negara-negara Asia Tenggara telah berkomitmen untuk membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun ini, di mana barang, jasa, modal dan tenaga kerja dapat bebas keluar masuk lintas negara-negara anggota ASEAN.

Dengan begitu, ANZ memperkirakan, negara-negara ASEAN bisa meningkatkan nilai perdagangan intraregional mencapai USD1 triliun pada 2025. Investasi asing langsung ke ASEAN dari negara ekonomi utama dunia bisa naik ke USD106 miliar pada 2025.

"Sebagian besar negara-negara anggota ASEAN terletak di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia. Beberapa anggota ASEAN di wilayah darat berada antara dua negara yang paling padat penduduknya di dunia, China dan India," tulis ANZ.

Menurut ANZ, akses ke jalur darat dan maritim ini memungkinkan ASEAN berpartisipasi memperkuat jaringan produksi Asia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Sri Mulyani: Kinerja...
Sri Mulyani: Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN
Indeks Manufaktur RI...
Indeks Manufaktur RI Tertinggi se-ASEAN, Menperin: Jerih Payah Pelaku Industri
Kemenperin dan Bosch...
Kemenperin dan Bosch Tandai Pembangunan Fasilitas Manufaktur Baru di Bekasi
Kinerja Industri Manufaktur...
Kinerja Industri Manufaktur di Tahun 2024
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
5 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
38 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved