Garuda Bidik Penjualan Tiket Melalui Digital 40%
Kamis, 30 April 2015 - 00:28 WIB
Garuda Bidik Penjualan Tiket Melalui Digital 40%
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) pada dua tahun mendatang membidik kontribusi penjualan tiket melalui digital sebesar 40% dari capaian hingga saat ini sebesar 20%.
Senior Manager Digital Sales Garuda Indonesia Kokoh Ritonga mengatakan, perseroan akan terus meningkatkan potensi pasarnya melalui e-commerce dan digital, seiring perkembangan teknologi informasi (TI) dan tuntutan pasar.
"Saat ini kontribusi pembelian tiket melalui digital channels sebesar 20%, kami targetkan bisa menyumbng 40% pada 2016 hingga 2017," kata Kokoh dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Untuk diketahui, saat ini perseroan memiliki dua distribusi pelayanan pembelian tiket penerbangan kepada calon penumpangnya. Pertama melalui layanan digital yaitu digital agent, corporate online, website, dan juga call centre. Sedangkan layanan kedua yaitu melalui direct selling atau penjualan langsung di sejumlah counte Garuda.
"Saat ini sebagian besar memang masyarakat lebih memilih layanan off line (penjualan tiket secara langsung), tapi kedepan kami berharap kedua distribusi penjualan tiket Garuda bisa ikut tumbuh," harapnya.
Sebagai upaya perseroan dalam menggenjot penjualan tiket melalui transaksi layanan elektronik, Garuda meluncurkan aplikasi mobile (mobile apps) terbarunya yang diberinama The Brand New GA Mobile Applications.
Peluncuran aplikasi ini diharapkan bisa memberi kemudahaan kepada calon penumpang untuk membeli dan memesan tiket penerbangan kapan dan dimana saja.
"Pembelian tiket melalui mobile apps saat ini memang baru sedikit sekitar 1%-2%, dengan peluncuran layanan terbaru ini nantinya diharapkan bisa memberi kontribusi sebesar 5% pada dua tahun mendatang," jelasnya.
Aplikasi mobile ini memiliki beragam fitur unggulan yang memberikan banyak kemudahan kepada pengguna jasa untuk melakukan reservasi tiket (domestik dan internasional), mobile check-in yang dapat dilakukan mulai dari 24 jam sebelum jadwal keberangkatan hingga 4 jam sebelum boarding.
Selain, pembayaran tiket melalui ATM, kartu kredit, hingga transaksional berbasis mobile banking (Mandiri Klikpay, BRI e-Pay, Klikbca).
Senior Manager Digital Sales Garuda Indonesia Kokoh Ritonga mengatakan, perseroan akan terus meningkatkan potensi pasarnya melalui e-commerce dan digital, seiring perkembangan teknologi informasi (TI) dan tuntutan pasar.
"Saat ini kontribusi pembelian tiket melalui digital channels sebesar 20%, kami targetkan bisa menyumbng 40% pada 2016 hingga 2017," kata Kokoh dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Untuk diketahui, saat ini perseroan memiliki dua distribusi pelayanan pembelian tiket penerbangan kepada calon penumpangnya. Pertama melalui layanan digital yaitu digital agent, corporate online, website, dan juga call centre. Sedangkan layanan kedua yaitu melalui direct selling atau penjualan langsung di sejumlah counte Garuda.
"Saat ini sebagian besar memang masyarakat lebih memilih layanan off line (penjualan tiket secara langsung), tapi kedepan kami berharap kedua distribusi penjualan tiket Garuda bisa ikut tumbuh," harapnya.
Sebagai upaya perseroan dalam menggenjot penjualan tiket melalui transaksi layanan elektronik, Garuda meluncurkan aplikasi mobile (mobile apps) terbarunya yang diberinama The Brand New GA Mobile Applications.
Peluncuran aplikasi ini diharapkan bisa memberi kemudahaan kepada calon penumpang untuk membeli dan memesan tiket penerbangan kapan dan dimana saja.
"Pembelian tiket melalui mobile apps saat ini memang baru sedikit sekitar 1%-2%, dengan peluncuran layanan terbaru ini nantinya diharapkan bisa memberi kontribusi sebesar 5% pada dua tahun mendatang," jelasnya.
Aplikasi mobile ini memiliki beragam fitur unggulan yang memberikan banyak kemudahan kepada pengguna jasa untuk melakukan reservasi tiket (domestik dan internasional), mobile check-in yang dapat dilakukan mulai dari 24 jam sebelum jadwal keberangkatan hingga 4 jam sebelum boarding.
Selain, pembayaran tiket melalui ATM, kartu kredit, hingga transaksional berbasis mobile banking (Mandiri Klikpay, BRI e-Pay, Klikbca).
(izz)
Lihat Juga :