Tim Ekonomi Jokowi Dinilai Amatiran

Kamis, 30 April 2015 - 23:15 WIB
Tim Ekonomi Jokowi Dinilai...
Tim Ekonomi Jokowi Dinilai Amatiran
A A A
JAKARTA - Pengamat politik dan ekonomi Dradjad Wibowo berpandangan, tim ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih amatiran. Menurutnya, tim presiden baik itu yang berada di istana maupun di kabinet, masih kurang berpengalaman sebagai tim ekonomi dalam negara yang cukup besar.

"Mungkin mereka doktor, lulusan luar negeri, lulusan universitas hebat, mungkin jago dibukunya (teori), tapi ini Indonesia Bung Anda harus tahu jalanan. Anda harus mengerti apa yang terjadi di jalanan, lubang-lubangnya, jalan tikusnya, Anda harus tahu," ujar Dradjad dalam diskusi yang bertajuk Penerimaan Negara Anjlok, Beranikah Jokowi Rombak Tim Ekonomi? di Gedung DPR.

Dia mengungkapkan, dirinya tidak dalam posisi untuk mengatakan apakah menteri Jokowi itu harus diganti tapi yang dipertaruhkan di sini adalah negara. Di mana memakan rentetan persoalan yang panjang dan dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat.

Persoalan yang menjadi sorotan Dradjad adalah bahan bakar minyak (BBM) dan pajak. "Karena Jokowi sudah mengambil subsidi BBM rakyat. Jangan lagi mengejar-ngejar pajak pribadi rakyat untuk menutupi kurangnya penerimaan negara," jelasnya.

Dia membeberkan, penerimaan negara anjlok yang biasanya 20-25% menjadi 13%. Kondisi ini membuat Indonesia mudah digoyang pasar. Hal tersebut sudah terbukti pelaku pasar sangsi dengan kemampuan pemerintahan Jokowi.

"Bahkan, vonis dari pelaku pasar luar negeri menilai pemerintah tidak kompeten," terang mantan Wakil Ketua Umum DPP PAN ini.

Selain itu, lanjut Dradjad, dari sisi penerimaan negara, yang paling berat ada di sektor pajak. Dia menyarankan kepada pemerintah agar tidak mengejar pajak perorangan. Karena ada sejumlah perusahaan yang pajaknya bermasalah, antara lain PT Astra Internasional yang perkaranya masih ada di pengadilan pajak, jumlah pajak yang tak terbayar mencapai Rp2 triliun, dan Nestle yang jumlahnya sekitar Rp600-800 miliar.

"Tolong dikawal kasus pajak yang besar-besar ini untuk memastikan negara tidak dirugikan," tadasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Dorong Pemulihan Ekonomi,...
Dorong Pemulihan Ekonomi, Presiden Joko Widodo Luncurkan Taksonomi Hijau Indonesia
Di Kongres PMII, Jokowi:...
Di Kongres PMII, Jokowi: Ekonomi Indonesia Tunjukkan Tren Positif
Infrastruktur yang Dibangun...
Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Dinilai Bawa Optimisme Ekonomi
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Jokowi Tunjukkan Capaian...
Jokowi Tunjukkan Capaian Pembangunan Infrastruktur Selama 6 Tahun
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
25 menit yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
32 menit yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
1 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
1 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved