BKPM Terima Komitmen Investasi Korsel Rp127,16 T
Jum'at, 08 Mei 2015 - 21:25 WIB
BKPM Terima Komitmen Investasi Korsel Rp127,16 T
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan (Korsel) untuk menjaring minat investasi dari investor negara tersebut.
Dalam pertemuan dengan investor Korea Selatan di Seoul, kemarin, Franky menerima komitmen investasi senilai USD9,7 miliar atau sekitar Rp127,16 triliun (kurs Rp13.110/USD).
"BKPM bekerja sama dengan KBRI Seoul menyelenggarakan pertemuan dengan investor Korea, baik yang sudah existing berinvestasi di Indonesia maupun investor baru yang kita harapkan untuk menanamkan modalnya ke Indonesia," jelas dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Menurutnya, komitmen investasi yang muncul dalam pertemuan investor forum terdiri dari industri petrokimia di Banten senilai USD4 miliar, industri sintetic natural gas/gasifikasi batu bara di Provinsi Sumatera Selatan senilai USD2,8 miliar.
Selain itu, Provinsi Kalimantan Utara senilai USD2,79 miliar, industri sweetener (high fructose) di Jawa Timur senilai USD0,07 miliar, power plant di Jawa Timur senilai USD0,03 miliar, industri makanan ternak di Jawa Timur sebesar USD0,037 miliar, dan industri farmasi di Jawa Barat mencapai USD0,02 miliar.
Dalam pertemuan tersebut, terlihat bahwa minat investor Korsel untuk berinvestasi di Indonesia cukup besar. Sebagai tindak lanjut BKPM akan terus mengawal, memfasilitasi dan menindaklanjuti minat investasi tersebut hingga menjadi komitmen dan terealisasi.
"Salah satu fasilitasi yang dilakukan BKPM melalui peningkatan koordinasi pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk meminimalisir hambatan dalam proses realisasi investasinya," jelas Franky.
Dalam pertemuan dengan investor Korea Selatan di Seoul, kemarin, Franky menerima komitmen investasi senilai USD9,7 miliar atau sekitar Rp127,16 triliun (kurs Rp13.110/USD).
"BKPM bekerja sama dengan KBRI Seoul menyelenggarakan pertemuan dengan investor Korea, baik yang sudah existing berinvestasi di Indonesia maupun investor baru yang kita harapkan untuk menanamkan modalnya ke Indonesia," jelas dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Menurutnya, komitmen investasi yang muncul dalam pertemuan investor forum terdiri dari industri petrokimia di Banten senilai USD4 miliar, industri sintetic natural gas/gasifikasi batu bara di Provinsi Sumatera Selatan senilai USD2,8 miliar.
Selain itu, Provinsi Kalimantan Utara senilai USD2,79 miliar, industri sweetener (high fructose) di Jawa Timur senilai USD0,07 miliar, power plant di Jawa Timur senilai USD0,03 miliar, industri makanan ternak di Jawa Timur sebesar USD0,037 miliar, dan industri farmasi di Jawa Barat mencapai USD0,02 miliar.
Dalam pertemuan tersebut, terlihat bahwa minat investor Korsel untuk berinvestasi di Indonesia cukup besar. Sebagai tindak lanjut BKPM akan terus mengawal, memfasilitasi dan menindaklanjuti minat investasi tersebut hingga menjadi komitmen dan terealisasi.
"Salah satu fasilitasi yang dilakukan BKPM melalui peningkatan koordinasi pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk meminimalisir hambatan dalam proses realisasi investasinya," jelas Franky.
(izz)
Lihat Juga :