Lawan Kampanye Hitam, Komunikasi Sawit Perlu Lebih Sinergis
Selasa, 14 Juli 2020 - 07:31 WIB
Sementara itu, ekonom Universitas Airlangga Dr Imron Mawardi menyarankan agar publikasi positif tentang sawit tidak hanya bicara tentang sukses perusahaan sawit. Tetapi juga mengangkat berita tentang jutaan masyarakat yang sejahtera karena menjadi petani sawit. “Jangan lupa, 43% perkebunan sawit di Indonesia itu milik masyarakat,” kata Imron. (Lihat videonya: Pemotor Arohan Hentikan Ambulans yang Sedang Membawa Pasien)
Imron percaya bahwa kampanye negatif terhadap sawit adalah bagian dari perang dagang. Negara-negara maju yang menjadi produsen minyak nabati nonsawit sudah kehabisan cara untuk menghentikan dominasi sawit dalam pasar minyak nabati dunia.
“Program mandatori biodiesel yang sekarang sudah mencapai B30, ini mengerikan dan ancaman bagi Eropa dan Amerika,” kata Imron.
Imron juga setuju bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mata rantai industri minyak sawit kompak dengan satu narasi yng muaranya adalah kemandirian ekonomi bangsa Indonesia. (Sudarsono)
Imron percaya bahwa kampanye negatif terhadap sawit adalah bagian dari perang dagang. Negara-negara maju yang menjadi produsen minyak nabati nonsawit sudah kehabisan cara untuk menghentikan dominasi sawit dalam pasar minyak nabati dunia.
“Program mandatori biodiesel yang sekarang sudah mencapai B30, ini mengerikan dan ancaman bagi Eropa dan Amerika,” kata Imron.
Imron juga setuju bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mata rantai industri minyak sawit kompak dengan satu narasi yng muaranya adalah kemandirian ekonomi bangsa Indonesia. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :