Uang Kripto Rp 25,2 Triliun Dijarah pada 2022, Korut Disebut Ada di Baliknya
Jum'at, 03 Februari 2023 - 16:39 WIB
"Terkait konteks (ekonomi), total ekspor Korea Utara pada tahun 2020 mencapai senilai USD142 juta, jadi tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa peretasan cryptocurrency menjadi bagian yang cukup besar dari ekonomi negara itu," kata Chainalysis dalam sebuah laporan.
Peretas ini biasanya melakukan pencucian kripto melalui "mixer", yang memadukan cryptocurrency dari berbagai pengguna untuk mengaburkan asal-usul dana, kata perusahaan itu.Pakar lain juga mengatakan, bahwa Korea Utara mencuci kripto curian melalui broker di China dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).
Baca Juga: Harga Bitcoin Melesat Tembus Rp 342 Juta, Januari 2023 Jadi Level Terbaiknya Sejak 2013
Sementara itu Bulan lalu, FBI mengkonfirmasi bahwa Lazarus Group yang berafiliasi dengan Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian kripto senilai USD 100 juta di jaringan blockchain bernama Horizon bridge tahun lalu.
Secara keseluruhan, protokol keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, menyumbang lebih dari 82% cryptocurrency yang dicuri pada tahun 2022, kata laporan Chainalysis.
Pengguna DeFi tahu apa yang akan terjadi pada dana mereka ketika mereka menggunakannya karena kode kontrak pintar yang mengatur protokol ini dapat diakses publik secara default.
Peretas ini biasanya melakukan pencucian kripto melalui "mixer", yang memadukan cryptocurrency dari berbagai pengguna untuk mengaburkan asal-usul dana, kata perusahaan itu.Pakar lain juga mengatakan, bahwa Korea Utara mencuci kripto curian melalui broker di China dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).
Baca Juga: Harga Bitcoin Melesat Tembus Rp 342 Juta, Januari 2023 Jadi Level Terbaiknya Sejak 2013
Sementara itu Bulan lalu, FBI mengkonfirmasi bahwa Lazarus Group yang berafiliasi dengan Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian kripto senilai USD 100 juta di jaringan blockchain bernama Horizon bridge tahun lalu.
Secara keseluruhan, protokol keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, menyumbang lebih dari 82% cryptocurrency yang dicuri pada tahun 2022, kata laporan Chainalysis.
Pengguna DeFi tahu apa yang akan terjadi pada dana mereka ketika mereka menggunakannya karena kode kontrak pintar yang mengatur protokol ini dapat diakses publik secara default.
Lihat Juga :