Diesel Rusia Dilarang Eropa, Moskow Raup Rp 29,9 Triliun di Akhir 2022

Senin, 06 Februari 2023 - 14:14 WIB
Sanksi baru itu menciptakan ketidakpastian tentang harga, karena Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara itu menemukan pasokan diesel baru dari AS (Amerika Serikat), Timur Tengah dan India untuk menggantikan pasokan dari Rusia, yang pada satu titik mengirimkan 10% dari total kebutuhan diesel Eropa.

Hal itu harus melalui perjalanan yang lebih panjang daripada dari pelabuhan Rusia. Harga juga dapat ikut terdongkrak usai kembalinya permintaan dari China karena ekonomi rebound setelah berakhirnya pembatasan Covid-19 yang ketat di bawah kebijakan nol Covid-19.

Batas harga USD 100 per barel untuk diesel, bahan bakar jet dan bensin harus ditegakkan dengan melarang layanan asuransi dan pengiriman menangani solar dengan harga yang melebihi batas. Dimana sebagian besar perusahaan berlokasi di negara-negara Barat.

Hal ini mengikuti batas USD 60 per barel pada minyak mentah Rusia yang mulai berlaku pada bulan Desember 2022 lalu dan seharusnya bekerja dengan cara yang sama.

"Begitu kita menetapkan batasan harga ini, kita dapat menekan keuntungan Rusia tanpa lonjakan harga yang akan merugikan ekonomi Barat," kata Thomas O'Donnell, seorang rekan global di Wilson Center yang berbasis di Washington.

Baca Juga: Embargo Terbaru Uni Eropa Terhadap Minyak Rusia Bakal Mendongkrak Harga Diesel Lebih Tinggi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!