Masuk Rantai Pasok Global, Program Hilirisasi Sokong Kinerja Sektor Industri
Rabu, 08 Februari 2023 - 10:32 WIB
“Kedua produk tersebut juga telah masuk dalam mata rantai global, sehingga dapat dikatakan program hilirisasi yang kita galakkan telah mencapai sasaran. Kami berharap pertumbuhan double digit ini bisa terus berlanjut di tahun 2023,” ujar Menperin di Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Di samping tiga faktor tadi, konsumsi domestik juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik, stabilitas daya beli masyarakat terus terjaga, terlihat dari penjualan mobil penumpang yang meningkat 18,76% (c-to-c), naiknya penjualan sepeda motor sebesar 3,24% (c-to-c), serta tumbuhnya penerimaan PPh Pasal 21, yang mencapai 18,36% (c-to-c).
“Meningkatnya permintaan dari dalam negeri berpengaruh pada aktivitas produksi, sehingga semakin ekspansif,” jelas Menperin.
Di sisi lain, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada 2022 mengalami peningkatan mencapai USD206,35 miliar atau naik 16,45% dari angka tahun 2021 (USD177,2 miliar) dan ditargetkan dapat meningkat hingga USD225-245 miliar pada 2023.
“Kinerja ekspor kita di tahun 2022 juga sangat luar biasa, bila dibandingkan tahun sebelumnya. Selain karena hilirisasi, peningkatan ini juga dipacu oleh pengalihan-pengalihan produksi dari beberapa negara, yang tadinya mengandalkan suplai dari Rusia atau Ukraina, kemudian mendapatkan pasokan dari Indonesia,” papar Menperin.
Di samping tiga faktor tadi, konsumsi domestik juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik, stabilitas daya beli masyarakat terus terjaga, terlihat dari penjualan mobil penumpang yang meningkat 18,76% (c-to-c), naiknya penjualan sepeda motor sebesar 3,24% (c-to-c), serta tumbuhnya penerimaan PPh Pasal 21, yang mencapai 18,36% (c-to-c).
“Meningkatnya permintaan dari dalam negeri berpengaruh pada aktivitas produksi, sehingga semakin ekspansif,” jelas Menperin.
Di sisi lain, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada 2022 mengalami peningkatan mencapai USD206,35 miliar atau naik 16,45% dari angka tahun 2021 (USD177,2 miliar) dan ditargetkan dapat meningkat hingga USD225-245 miliar pada 2023.
“Kinerja ekspor kita di tahun 2022 juga sangat luar biasa, bila dibandingkan tahun sebelumnya. Selain karena hilirisasi, peningkatan ini juga dipacu oleh pengalihan-pengalihan produksi dari beberapa negara, yang tadinya mengandalkan suplai dari Rusia atau Ukraina, kemudian mendapatkan pasokan dari Indonesia,” papar Menperin.
Lihat Juga :