Dipicu Sentimen IKK hingga Ekonomi Asia, IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:04 WIB
IHSG hari ini diprediksi sideways. Arsip Foto/MPI/Faisal Rahman
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksikan bergerak variatif (mixed) pada sepanjang perdagangan setelah sebelumnya menguat 0,07% pada sesi terakhir.
Fase sideways dinilai masih membayangi medan indeks komposit, di tengah sentimen kepercayaan konsumen dan sejumlah data makro ekonomi di Asia
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani menilai, penguatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terdorong kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan usaha dan ketersediaan lapangan kerja. I
Sebagaimana dirilis Bank Indonesia (BI), IKK periode Januari 2023 naik di level 123 alias lebih tinggi dari konsensus dan dari level bulan sebelumnya di 119. "IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range level 6.858-7.000," papar Chisty dalam risetnya, Kamis (9/2/2023).
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Tertekan di 6.878 - 7.002
Sementara itu di Asia, neraca perdagangan Jepang pada Desember 2022 tercatat surplus sebesar JPY33,4 miliar, masih lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar JPY1,8 triliun. Hal ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar mata uang Jepang yang menurun.
Fase sideways dinilai masih membayangi medan indeks komposit, di tengah sentimen kepercayaan konsumen dan sejumlah data makro ekonomi di Asia
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani menilai, penguatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terdorong kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan usaha dan ketersediaan lapangan kerja. I
Sebagaimana dirilis Bank Indonesia (BI), IKK periode Januari 2023 naik di level 123 alias lebih tinggi dari konsensus dan dari level bulan sebelumnya di 119. "IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range level 6.858-7.000," papar Chisty dalam risetnya, Kamis (9/2/2023).
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Tertekan di 6.878 - 7.002
Sementara itu di Asia, neraca perdagangan Jepang pada Desember 2022 tercatat surplus sebesar JPY33,4 miliar, masih lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar JPY1,8 triliun. Hal ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar mata uang Jepang yang menurun.
Lihat Juga :