Setelah Catat Surplus, Waspadai Neraca Dagang di Semester II
Rabu, 15 Juli 2020 - 19:04 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudistira, menilai kinerja perdagangan bulan Juni yang mencatatkan surplus sebesar USD1,27 miliar adalah angin segar. Toh demikan, neraca itu tetap diwaspadai karena bisa berbalik pada semester II.
Hal ini ada indikasi kenaikan impor bahan baku dan barang modal sebesar 24% dan 27,3% secara bulanan (month of month/mom).
"Jadi industri harapannya sudah mulai berproduksi untuk persiapan tiga bulan ke depan. Setidaknya ini untuk mengantisipasi pemulihan yang bertahap di dalam negeri," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/7/2020). ( Baca juga:Neraca Dagang Juni, Menang Lawan Amerika tapi Keok dengan China )
Dia melanjutkan, impor bahan baku yang dijadikan sebagai tujuan pengolahan produk ekspor belum menunjukkan adanya kenaikan yang signifkan.
Hal ini ada indikasi kenaikan impor bahan baku dan barang modal sebesar 24% dan 27,3% secara bulanan (month of month/mom).
"Jadi industri harapannya sudah mulai berproduksi untuk persiapan tiga bulan ke depan. Setidaknya ini untuk mengantisipasi pemulihan yang bertahap di dalam negeri," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/7/2020). ( Baca juga:Neraca Dagang Juni, Menang Lawan Amerika tapi Keok dengan China )
Dia melanjutkan, impor bahan baku yang dijadikan sebagai tujuan pengolahan produk ekspor belum menunjukkan adanya kenaikan yang signifkan.
Lihat Juga :