Dukung Target Minyak 1 Juta BOPD, Pertamina EP Libatkan Kampus
Jum'at, 24 Februari 2023 - 19:31 WIB
"SKK Migas adalah regulator industri migas di Indonesia. Negara punya target 1 juta barel pada 2030. Lalu UPN diminta membantu mencapai target itu, dibuatlah Migas Center di sini. MoU akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama di wilayah kerja PEPC sebagai Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina. Berikutnya menyusul MoU dengan oil and gas company lainnya, di bawah payung besar Migas Center," kata peneliti di Migas Center ini.
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Mohamad Irhas Effendi menyatakan, kerja sama ini akan memberikan dampak baik bagi kemajuan kampus di tengah isu transformasi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Selain karena produksi minyak yang masih kurang, dengan kerja sama itu nantinya lulusan UPN Veteran Yogyakarta juga dapat terus beradaptasi dengan perubahan di dunia industri, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Ternyata walaupun nanti tidak dipakai untuk transportasi, minyak masih diperlukan untuk industri yang lain. Ini meyakinkan kita bahwa teknik perminyakan dan industri migas itu memang tidak akan tenggelam," kata Irhas Effendi.
Baca juga: Anak Pejabat Pajak yang Lakukan Penganiayaan Pamer Rubicon dan Harley, Segini Harganya
Ia mengungkapkan, setidaknya ada tiga kegiatan utama yang akan dilakukan selama kerja sama lima tahun ke depan. Pertama, reaktivasi sumur-sumur tua yang sudah tidak produktif, membantu CSR Pertamina EP Cepu di daerah dekat operasi mereka bekerja sama dengan pemda setempat, serta akan melakukan studi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak bumi dengan menginjeksikan sumber energi eksternal dan material.
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Mohamad Irhas Effendi menyatakan, kerja sama ini akan memberikan dampak baik bagi kemajuan kampus di tengah isu transformasi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Selain karena produksi minyak yang masih kurang, dengan kerja sama itu nantinya lulusan UPN Veteran Yogyakarta juga dapat terus beradaptasi dengan perubahan di dunia industri, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Ternyata walaupun nanti tidak dipakai untuk transportasi, minyak masih diperlukan untuk industri yang lain. Ini meyakinkan kita bahwa teknik perminyakan dan industri migas itu memang tidak akan tenggelam," kata Irhas Effendi.
Baca juga: Anak Pejabat Pajak yang Lakukan Penganiayaan Pamer Rubicon dan Harley, Segini Harganya
Ia mengungkapkan, setidaknya ada tiga kegiatan utama yang akan dilakukan selama kerja sama lima tahun ke depan. Pertama, reaktivasi sumur-sumur tua yang sudah tidak produktif, membantu CSR Pertamina EP Cepu di daerah dekat operasi mereka bekerja sama dengan pemda setempat, serta akan melakukan studi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak bumi dengan menginjeksikan sumber energi eksternal dan material.
(uka)
Lihat Juga :