Indonesia Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di G20 Empower India
Kamis, 23 Februari 2023 - 23:37 WIB
Dalam mewakili kedua acara tersebut, Indonesia merupakan anggota dari Troika Presidensi G20 Tahun 2023 bersama dengan India sebagai Presidensi Tahun 2023 dan Brasil. Sebab nantinya, Brazil yang akan memegang Presidensi Tahun 2024, yang merupakan bentuk kepemimpinan dalam Presidensi G20.
Lalu, untuk menjaga kesinambungan isu prioritas G20 EMPOWER tahun 2023, dalam pertemuan tersebut, Rina mengaku membawa isu mengawal hasil dan komitmen yang dicapai G20 Empower Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Yakni tentang komitmen Leaders’ G20, khususnya yang tergabung dalam G20 EMPOWER, aliansi yang bertujuan mempercepat kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan di sektor swasta.
"Yaitu pertama, menempatkan perempuan sebagai inti dari upaya untuk pembangunan dan pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan. Kedua, komitmen untuk mengatasi ketimpangan distribusi pekerjaan tidak berbayar dan tanggung jawab perawatan antara laki-laki dan perempuan," ungkap Rina.
Selanjutnya, komitmen mengatasi ketidaksetaraan akses digital dan kesenjangan upah. Keempat, komitmen mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan hambatan partisipasi ekonomi dan kewirausahaan perempuan. Keenam adalah komitmen melaporkan kemajuan yang telah dilakukan.
"Selain mengawal kesinambungan dari komitmen Leaders G20 yang tertuang di Deklarasi G20 Bali, poin tambahan saya sampaikan pada Panel Discussion, yakni mendorong kerjasama global untuk mengatasi akar penyebab mendasar yang merupakan bias gender struktural yang menyebabkan perempuan memiliki beban lebih tinggi, terkait care economy yang meliputi pekerjaan domestik dan perawatan," kata Rina.
Lalu, untuk menjaga kesinambungan isu prioritas G20 EMPOWER tahun 2023, dalam pertemuan tersebut, Rina mengaku membawa isu mengawal hasil dan komitmen yang dicapai G20 Empower Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Yakni tentang komitmen Leaders’ G20, khususnya yang tergabung dalam G20 EMPOWER, aliansi yang bertujuan mempercepat kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan di sektor swasta.
"Yaitu pertama, menempatkan perempuan sebagai inti dari upaya untuk pembangunan dan pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan. Kedua, komitmen untuk mengatasi ketimpangan distribusi pekerjaan tidak berbayar dan tanggung jawab perawatan antara laki-laki dan perempuan," ungkap Rina.
Selanjutnya, komitmen mengatasi ketidaksetaraan akses digital dan kesenjangan upah. Keempat, komitmen mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan hambatan partisipasi ekonomi dan kewirausahaan perempuan. Keenam adalah komitmen melaporkan kemajuan yang telah dilakukan.
"Selain mengawal kesinambungan dari komitmen Leaders G20 yang tertuang di Deklarasi G20 Bali, poin tambahan saya sampaikan pada Panel Discussion, yakni mendorong kerjasama global untuk mengatasi akar penyebab mendasar yang merupakan bias gender struktural yang menyebabkan perempuan memiliki beban lebih tinggi, terkait care economy yang meliputi pekerjaan domestik dan perawatan," kata Rina.
Lihat Juga :