Rusia Bakal 'Kubur' Pipa Gas Nord Stream Usai Ledakan Misterius

Senin, 06 Maret 2023 - 11:28 WIB
Eropa telah secara drastis memotong impor energinya dari Rusia selama setahun terakhir, sementara ekspor Gazprom yang dikendalikan negara di luar bekas Uni Soviet hampir berkurang setengahnya pada tahun 2022 untuk mencapai titik terendah pasca-Soviet sebesar 101 bcm.

Seorang sumber Rusia mengatakan, Rusia melihat proyek itu bakal "terkubur". Dua lainnya mengatakan, tidak ada rencana untuk memperbaiki pipa yang pecah, atau setidaknya menjaganya tetap ada untuk kemungkinan pengaktifan kembali di masa depan.

Sumber lain yang akrab dengan rencana tersebut mengkonfirmasi bahwa para pemangku kepentingan sedang mempertimbangkan konservasi. Ini kemungkinan besar berarti menyegel ujung yang pecah dan memasukkan lapisan ke dalam pipa untuk mencegah korosi lebih lanjut dari air laut.

Sedangkan salah satu sumber Rusia mengatakan, bahwa jika gas alam cair (LNG) lewat pengiriman laut dari Amerika Serikat yang digunakan Eropa untuk mengimbangi beberapa pasokan Rusia-nya menjadi jauh lebih mahal, Eropa mungkin akan kembali siap untuk membeli lebih banyak dari Rusia.

Kementerian Energi Moskow merujuk pertanyaan kepada operator pipa, diterangkan Reuters belum memberikan komentar, begitu juga dengan Gazprom. Engie, Gasunie dan Wintershall DEA - pemangku kepentingan di Nord Stream AG, operator Nord Stream 1 - juga tidak memberikan tanggapan.

Seorang juru bicara E.ON Jerman, yang juga memiliki saham di Nord Stream AG, mengatakan: "Sepengetahuan kami sebagai pemegang saham minoritas, tidak ada keputusan yang dibuat, baik untuk atau menentang pemulihan."

Siapa yang Meledakkan Pipa?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!