Rekor, Raksasa Minyak Saudi Aramco Cetak Laba Rp2,48 Kuadriliun Sepanjang 2022

Senin, 13 Maret 2023 - 10:45 WIB
Sebagai informasi harga minyak dan gas melonjak pada awal tahun lalu, ketika sanksi barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina terus memperketat akses ke pasokan Moskow. Terutama minyak mentah dan produk minyak yang dikirimkan melalui laut.

Harga minyak mentah sejak saat itu mundur lebih dari 25% secara year to year, ditambah lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga membayangi prospek permintaan yang lebih bullish dari China. Harga Brent dan WTI turun 6% minggu lalu saja. Brent terakhir diperdagangkan di sekitar level USD80 dolar per barel.

Selain itu Aramco menaikkan dividen kuartal keempat sebesar 4% menjadi USD19,5 miliar, yang akan dibayarkan pada kuartal pertama tahun 2023. Aramco juga mengatakan akan menerbitkan saham bonus kepada pemegang saham yang memenuhi syarat.

Risiko Underinvestment

Nasser juga mengulangi peringatannya tentang "kurangnya investasi yang terus-menerus" di sektor hidrokarbon.

"Mengingat bahwa kami mengantisipasi minyak dan gas akan tetap penting untuk masa mendatang, risiko kurangnya investasi di industri kami adalah nyata, termasuk berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi," kata Nasser pada hari Minggu.

Aramco mengatakan rata-rata produksi hidrokarbon tahun lalu mencapai 13,6 juta barel minyak per hari, termasuk 11,5 juta barel per hari dari total. Arab Saudi baru-baru ini memproduksi 10,39 juta barel minyak mentah per hari pada Januari, Badan Energi Internasional menemukannya dalam Laporan Pasar Minyak edisi Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!