CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:32 WIB
CORE menilai positifnya kinerja ekspor bersifat semu karena lebih didorong oelh anjloknya impor bahan baku dan penolong. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyatakan, satu-satunya sumber pertumbuhan ekonomi yang positif tahun ini adalah net-ekspor , meskipun relatif rendah. Namun, surplus tahun ini lebih didorong oleh penurunan impor, khususnya bahan baku dan penolong, dan bukan karena pertumbuhan ekspor.
"Contoh, impor bahan baku dan barang modal pada lima bulan pertama 2020 masing-masing terkontraksi -13% dan 19%," ujar Ekonom CORE Indonesia Ina Primiana saat CORE Midyear Review 2020 di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Namun, surplus tersebut diperkirakan akan menurun sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik secara gradual pasca pemberlakuan New Normal.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada)
"Contoh, impor bahan baku dan barang modal pada lima bulan pertama 2020 masing-masing terkontraksi -13% dan 19%," ujar Ekonom CORE Indonesia Ina Primiana saat CORE Midyear Review 2020 di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Namun, surplus tersebut diperkirakan akan menurun sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik secara gradual pasca pemberlakuan New Normal.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada)
Lihat Juga :