China Ungkap Siapa Musuh Nyata Bagi Eropa, Mengarah ke AS?

Minggu, 14 Mei 2023 - 22:15 WIB
"Ini adalah risiko nyata yang perlu ditanggapi dengan serius. Jika perang dingin baru terjadi, itu tidak hanya merusak kepentingan China, tetapi kepentingan Eropa juga akan dikorbankan ... Itulah risiko nyata yang perlu dikhawatirkan," kata Qin, setelah pertemuan keduanya dengan Baerbock dalam sebulan terakhir dilansir South China Morning Post (SCMP).

Qin mendukung pernyataannya dengan sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Institut Penelitian Ekonomi Austria dan Yayasan Bisnis Keluarga, dimana mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau PDB Jerman akan turun 2% jika berpisah dari China.

Strategi de-risking diperkenalkan pada bulan Maret oleh Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen yang menekankan bahwa "tidak layak - mengorbankan kepentingan Eropa - untuk memisahkan diri dari China". Kanselir Jerman, Olaf Scholz juga berulang kali menolak decoupling.

Qin mengatakan, dia menghargai sikap Berlin dan Brussels, tetapi Ia mengungkapkan kekhawatiran Beijing bahwa strategi itu bisa menjadi "de-sinisisasi" benua yang akan memangkas peluang, kerja sama, stabilitas dan pembangunan.

Qin berada di Berlin pada awal perjalanan tiga negara yang berakhir pada hari Jumat, kemarin dan termasuk kunjungan ke Paris dan Oslo. Dia tiba tepat ketika China menunda pertemuan antara menteri keuangan China dan Jerman.

Ada spekulasi bahwa pembatalan itu mungkin terkait dengan kunjungan penting ke Taipei pada bulan Maret oleh menteri pendidikan Jerman Bettina Stark-Watzinger. Beijing memprotes perjalanan itu, dengan menggambarkannya sebagai perbuatan "keji".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!