Permintaan China untuk Minyak Diskon Rusia Tiba-tiba Drop, Ada Apa?
Senin, 26 Juni 2023 - 08:09 WIB
Pada saat yang sama, data terbaru yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan, bahwa impor minyak Beijing dari Rusia mencapai rekor tertinggi pada bulan Mei, karena penyulingan swasta terus mengambil ESPO dan minyak mentah Ural yang terkena sanksi dengan harga diskon.
Pengiriman minyak mentah Rusia ke China melonjak 15,3% bulan lalu secara tahunan dan melonjak 32,4% secara bulanan, mencapai 2,29 juta barel per hari. Angka tersebut naik dari 1,73 juta barel per hari yang dikirim pada bulan April.
Moskow kembali menyalip Arab Saudi sebagai pemasok minyak utama China pada Mei, karena kerajaan itu mengekspor 1,72 juta barel per hari bulan lalu atau mengalami penurunan 16% secara month on month.
Lonjakan impor minyak Rusia pada Mei terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari kilang independen China, kata para analis. Namun, pemain utama seperti Hengli Petrochemical juga berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
Pada bulan Mei, kilang 400.000 barel per hari yang dimiliki oleh Hengli di kota timur laut Dalian menerima kargo Ural pertamanya sebesar 730.000 barel di samping total 3,71 juta barel ESPO, menurut data pelacakan kapal.
Pengiriman minyak mentah Rusia ke China melonjak 15,3% bulan lalu secara tahunan dan melonjak 32,4% secara bulanan, mencapai 2,29 juta barel per hari. Angka tersebut naik dari 1,73 juta barel per hari yang dikirim pada bulan April.
Moskow kembali menyalip Arab Saudi sebagai pemasok minyak utama China pada Mei, karena kerajaan itu mengekspor 1,72 juta barel per hari bulan lalu atau mengalami penurunan 16% secara month on month.
Lonjakan impor minyak Rusia pada Mei terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari kilang independen China, kata para analis. Namun, pemain utama seperti Hengli Petrochemical juga berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
Pada bulan Mei, kilang 400.000 barel per hari yang dimiliki oleh Hengli di kota timur laut Dalian menerima kargo Ural pertamanya sebesar 730.000 barel di samping total 3,71 juta barel ESPO, menurut data pelacakan kapal.
(akr)
Lihat Juga :