Percepat Perundingan IPEF, AS Gelar Pertemuan Tingkat Menteri

Jum'at, 30 Juni 2023 - 16:01 WIB
Pada pilar IV, AS menekankan dua program, yakni bantuan teknis (technical assistance) dan capacity building untuk menciptakan good governance. Sebagai catatan, Pemerintah AS melalui US International Development Finance Coorporation (US. DFC) telah menyetujui dana sebesar USD300 juta untuk membiayai proyek infrastruktur berkelanjutan serta memobilisasi senilai USD900 juta dalam modal ekuitas untuk diinvestasikan ke negara-negara anggota IPEF di bawah perjanjian Pilar III.

Seluruh negara anggota IPEF menyatakan dukungan dalam pengembangan kerangka investasi dalam mencapai Ekonomi Bersih. Selain itu, beberapa negara juga menekankan akan pentingnya keuangan dan pembiayaan yang terjangkau, mengingat upaya mempercepat proses transisi energi membutuhkan pendanaan yang besar.

Bahkan negara Singapura juga menilai pentingnya kerja sama dengan pihak swasta untuk memperbesar Climate Fund dan dorongan inovasi untuk menemukan solusi baru terhadap tantangan iklim. Tak hanya itu, beberapa negara juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas dan pelatihan keterampilan baru, khususnya bagi UMKM, dalam masa transisi menuju Ekonomi Bersih.

Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, menghargai upaya Amerika Serikat (AS) dan negara partisipan IPEF lainnya mengenai skema atau inisiatif pembiayaan program-program terkait mitigasi perubahan iklim. Namun, Menteri Goyal mengingatkan bahwa standar persyaratan pembiayaan untuk program-program tersebut masih terlalu tinggi. Sebagai solusinya, suatu skema pembiayaan yang low-cost atau no-cost bisa jadi prioritas, guna menghindari ketergantungan negara partisipan IPEF terhadap sektor swasta.

Menko Airlangga menyampaikan apresiasinya atas perkembangan positif pada pertemuan IPEF dan pentingnya seluruh anggota IPEF bekerja keras mewujudkan target ambisi AS untuk menyelesaikan seluruh perundingan pada Pilar III dan IV.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Menko Airlangga, untuk menekankan kembali bahwa Indonesia bermaksud menjadi bagian penting dari rantai pasok global khususnya pada produk mineral (critical mineral). Indonesia juga mendukung visi AS untuk menciptakan standar yang tinggi di seluruh pilar IPEF, sehingga anggota IPEF perlu menyediakan program untuk mendukung hal tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!