Survei: Manfaat Kesejahteraan yang Didapat Karyawan di Indonesia Belum Optimal
Kamis, 20 Juli 2023 - 09:04 WIB
Perlindungan kesehatan dan manfaat kesejahteraan bagi karyawan masih menjadi PR bagi perusahaan. Foto/Ist
JAKARTA - Perlindungan kesehatan dan manfaat kesejahteraan bagi karyawan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi perusahaan di Indonesia. Hal itu terungkap dalam hasil suvei yang tertuang dalam laporan bertajuk “Health on Demand 2023” yang dirilis konsultan Mercer Marsh Benefits, unit bisnis dari Marsh McLennan, baru-baru ini.
Baca juga: Eks Karyawan Tasyi Athasyia Buka Suara usai Dituding Sebar Fitnah: Semua Ada bukti
Survei dilakukan kepada lebih dari 17.500 karyawan di 16 pasar global, dengan sebanyak lebih dari 5.200 di antaranya berasal dari Asia. Riset ini berfokus pada prioritas kesehatan dan kesejahteraan yang didapat para karyawan, sehingga ke depannya diharapkan perusahaan bisa berupaya memenuhi kebutuhan karyawan dengan lebih baik lagi.
Dari laporan tersebut terungkap bahwa relevansi dan nilai dari manfaat kesejahteraan merupakan sebuah isu bagi karyawan di Tanah Air. Di kawasan Asia, karyawan di Indonesia (26%) tercatat memiliki tingkat stres paling rendah dalam kehidupan sehari-hari, lebih rendah dari rata-rata karyawan di Asia (44%).
Namun, hampir sebagian dari mereka (45%) mengaku pernah bekerja saat kondisi mental yang tidak sehat. Untuk meningkatkan kesehatan mental karyawan, dibutuhkan solusi dan manfaat kesejahteraan yang inovatif.
Di Indonesia, merujuk laporan tersebut, layanan yang ditargetkan untuk kesehatan mental anak muda (46%), pelatihan untuk mengenali dan mengatasi tantangan kesehatan mental (41%), serta asuransi atau program untuk meringankan beban biaya perawatan kesehatan mental dan konseling virtual dengan terapis (39%), dirasa akan bermanfaat bagi karyawan maupun keluarganya.
Baca juga: Eks Karyawan Tasyi Athasyia Buka Suara usai Dituding Sebar Fitnah: Semua Ada bukti
Survei dilakukan kepada lebih dari 17.500 karyawan di 16 pasar global, dengan sebanyak lebih dari 5.200 di antaranya berasal dari Asia. Riset ini berfokus pada prioritas kesehatan dan kesejahteraan yang didapat para karyawan, sehingga ke depannya diharapkan perusahaan bisa berupaya memenuhi kebutuhan karyawan dengan lebih baik lagi.
Dari laporan tersebut terungkap bahwa relevansi dan nilai dari manfaat kesejahteraan merupakan sebuah isu bagi karyawan di Tanah Air. Di kawasan Asia, karyawan di Indonesia (26%) tercatat memiliki tingkat stres paling rendah dalam kehidupan sehari-hari, lebih rendah dari rata-rata karyawan di Asia (44%).
Namun, hampir sebagian dari mereka (45%) mengaku pernah bekerja saat kondisi mental yang tidak sehat. Untuk meningkatkan kesehatan mental karyawan, dibutuhkan solusi dan manfaat kesejahteraan yang inovatif.
Di Indonesia, merujuk laporan tersebut, layanan yang ditargetkan untuk kesehatan mental anak muda (46%), pelatihan untuk mengenali dan mengatasi tantangan kesehatan mental (41%), serta asuransi atau program untuk meringankan beban biaya perawatan kesehatan mental dan konseling virtual dengan terapis (39%), dirasa akan bermanfaat bagi karyawan maupun keluarganya.
Lihat Juga :