Rusia Pasok Gandum ke Mali dengan Harga Murah, Putin Sesumbar Bisa Kirim Gratis

Kamis, 27 Juli 2023 - 11:43 WIB
Mali sedang berjuang melawan pemberontakan militan jihadis dan lonjakan jumlah orang yang membutuhkan makanan karena ketidakamanan dan cuaca yang tidak menentu. Pengiriman biji-bijian ini dilakukan ketika pemerintah militer negara itu memutuskan hubungan dengan mantan sekutu baratnya dan mendekat ke Rusia.

Tahun lalu, Prancis menarik ribuan pasukannya dari negara ini dan misi PBB berkekuatan 13.000 orang akan meninggalkanpada bulan Januari atas desakan pemerintah. Hal ini akan menyisakan lebih dari 1.000 pejuang dari operasi tentara bayaran Wagner milik Rusia untuk membantu tentara Mali memerangi militan, menurut International Crisis Group.

Baca Juga: Rusia Ungkap Cara Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam bisa Dimulai Lagi

Awal tahun ini, Mali merupakan salah satu dari enam negara yang memilih bersama Rusia untuk menentang resolusi PBB agar Rusia meninggalkan wilayah Ukraina. Kamar Dagang Pertanian Afrika Selatan selama beberapa tahun terakhir, Mali telah mengimpor sekitar 300.000 ton gandum setiap tahunnya dengan sekitar 40% di antaranya berasal dari Prancis, 32% dari Rusia dan 7% dari Ukraina, ujar Wandile Sihlobo, kepala ekonom di Kamar Dagang Pertanian Afrika Selatan. Produksi domestiknya rata-rata hanya 20.000 ton.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!