Kurs Rupiah Ambruk, Hari Ini Jadi Rp15.403 per USD
Senin, 25 September 2023 - 17:41 WIB
Pembicara bank sentral, data inflasi akan dirilis Ada serangkaian pejabat bank sentral yang akan memberikan pidato minggu ini, dengan Presiden ECB Christine Lagarde memulai pembicaraan di sesi ini, menjelang komentar dari Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari.
Data awal harga konsumen bulan September untuk blok tersebut akan dirilis pada akhir minggu ini, sementara ada juga data inflasi utama AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Sebelumnya, rilis sentimen bisnis Ifo Jerman akan dirilis pada hari Senin, dan akan memberikan indikasi kesehatan perekonomian terpenting zona euro.
Kekhawatiran baru terhadap pasar properti China yang terlilit utang. Raksasa real estat China Evergrande (HK:3333) Group memperingatkan bahwa mereka tidak dapat menerbitkan utang baru karena penyelidikan pemerintah terhadap anak perusahaannya Hengda Real Estate Group.
Hal ini memicu kekhawatiran atas pembekuan utang yang lebih luas di pasar, yang sudah terguncang akibat krisis uang tunai yang parah selama tiga tahun terakhir.
Dari sisi internal, pasar terus memantau perkembangan tentang hutang pemerintah Indonesia yang terus meningkat dan membuat pasar gelisah, dimana posisi utang pemerintah hingga 31 Agustus 2023 mencapai Rp 7.870,35 triliun.
"Jumlah itu naik Rp633,74 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) dan naik Rp 14,82 triliun dibandingkan bulan sebelumnya (mtm)," kata Ibrahim.
Tingkatan utang itu membuat rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) per Agustus 2023 menjadi 37,84% atau naik dari bulan sebelumnya yang di level 37,78%, namun turun dibandingkan akhir tahun lalu 39,70%.
Data awal harga konsumen bulan September untuk blok tersebut akan dirilis pada akhir minggu ini, sementara ada juga data inflasi utama AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Sebelumnya, rilis sentimen bisnis Ifo Jerman akan dirilis pada hari Senin, dan akan memberikan indikasi kesehatan perekonomian terpenting zona euro.
Kekhawatiran baru terhadap pasar properti China yang terlilit utang. Raksasa real estat China Evergrande (HK:3333) Group memperingatkan bahwa mereka tidak dapat menerbitkan utang baru karena penyelidikan pemerintah terhadap anak perusahaannya Hengda Real Estate Group.
Hal ini memicu kekhawatiran atas pembekuan utang yang lebih luas di pasar, yang sudah terguncang akibat krisis uang tunai yang parah selama tiga tahun terakhir.
Dari sisi internal, pasar terus memantau perkembangan tentang hutang pemerintah Indonesia yang terus meningkat dan membuat pasar gelisah, dimana posisi utang pemerintah hingga 31 Agustus 2023 mencapai Rp 7.870,35 triliun.
"Jumlah itu naik Rp633,74 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) dan naik Rp 14,82 triliun dibandingkan bulan sebelumnya (mtm)," kata Ibrahim.
Tingkatan utang itu membuat rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) per Agustus 2023 menjadi 37,84% atau naik dari bulan sebelumnya yang di level 37,78%, namun turun dibandingkan akhir tahun lalu 39,70%.
Lihat Juga :