Serangan Darat Israel Bakal Naikkan Harga Minyak: Bisa Tembus USD100 per Barel
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 15:30 WIB
Memang Konflik di Timur Tengah berdampak kecil terhadap pasokan minyak dan gas global, dan Israel bukanlah produsen besar. Namun para investor dan pengamat pasar sedang mengkaji peningkatan dampak konflik dan pengaruhnya terhadap pasokan dari negara-negara terdekat di kawasan penghasil minyak terbesar dunia.
Menteri Perminyakan Iran Javad Owji mengatakan pada hari Jumat bahwa harga minyak diperkirakan mencapai USD100 per barel karena situasi saat ini di Timur Tengah. Jika AS memperketat penegakan sanksi terhadap ekspor minyak Iran karena peran mereka dalam konflik melawan Israel, maka pasokan minyak Iran bisa turun.
Di sisi lain, Arab Saudi menunda rencana yang didukung AS untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Penundaan itu menandakan adanya pemikiran ulang yang cepat mengenai prioritas kebijakan luar negerinya ketika konflik meningkat.
Kondisi ini mungkin berdampak pada pasokan karena Arab Saudi mengatakan kepada Gedung Putih bahwa mereka bersedia meningkatkan produksi minyak awal tahun depan untuk membantu mengamankan kesepakatan tersebut.
Yang juga turut mendorong kenaikan harga minyak adalah tindakan Amerika pada hari Kamis yang menjatuhkan sanksi pertama terhadap pemilik kapal tanker yang membawa minyak Rusia dengan harga di atas batas harga G7 sebesar USD60 per barel. Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia dan eksportir utama, dan pengawasan yang lebih ketat dari AS terhadap pengirimannya dapat membatasi pasokan.
Menteri Perminyakan Iran Javad Owji mengatakan pada hari Jumat bahwa harga minyak diperkirakan mencapai USD100 per barel karena situasi saat ini di Timur Tengah. Jika AS memperketat penegakan sanksi terhadap ekspor minyak Iran karena peran mereka dalam konflik melawan Israel, maka pasokan minyak Iran bisa turun.
Di sisi lain, Arab Saudi menunda rencana yang didukung AS untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Penundaan itu menandakan adanya pemikiran ulang yang cepat mengenai prioritas kebijakan luar negerinya ketika konflik meningkat.
Kondisi ini mungkin berdampak pada pasokan karena Arab Saudi mengatakan kepada Gedung Putih bahwa mereka bersedia meningkatkan produksi minyak awal tahun depan untuk membantu mengamankan kesepakatan tersebut.
Yang juga turut mendorong kenaikan harga minyak adalah tindakan Amerika pada hari Kamis yang menjatuhkan sanksi pertama terhadap pemilik kapal tanker yang membawa minyak Rusia dengan harga di atas batas harga G7 sebesar USD60 per barel. Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia dan eksportir utama, dan pengawasan yang lebih ketat dari AS terhadap pengirimannya dapat membatasi pasokan.
Lihat Juga :