Pedas! Pemerintah Disebut Lamban dan Setengah-setengah Atasi Pandemi

Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:11 WIB
Tanpa penurunan kasus Covid-19 yang nyata, sambung dia, pelaku ekonomi dan investor akan tetap menahan langkah. Akibatnya, meski triliunan rupiah telah dialokasikan untuk pemulihan ekonomi, dengan realisasi masih rendah dan penyebaran pandemi yang masih terus meningkat, pertumbuhan ekonomi pun tersandung. "Dampaknya ditunjukkan pada angka pertumbuhan triwulan II/2020," tegas Eko.

(Baca Juga: Nggak Ada yang Baru, Ini Jurus Pemerintah Tangkal Resesi)

Dari sisi pengeluaran, kata dia, terlihat sekali bahwa di triwulan II konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi yang sangat besar di mana pertumbuhannya -5,51% (yoy), yang menandakan daya beli yang turun drastis. Menurut Eko, pertumbuhan minus pada sisi konsumsi ini yang pertama kali selama era reformasi. Padahal 57,85% perekonomian Indonesia sangat bergantung dari laju konsumsi rumah tangga.

"Ketika posisinya konsumsi rumah tangga minus, maka sangat mengganggu terhadap keseluruhan dari komponen pembentuk PDB," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!