Kepala BKF Bicara Soal Pergerakan Tak Biasa Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Rabu, 22 November 2023 - 12:59 WIB
Kepala BKF, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, di tengah kondisi yang tidak pasti tadi, rupiah masih bisa bertahan, padahal biasanya tertekan. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa peningkatan risiko global berdampak pada moderasi pasar sektor keuangan. Rupiah menguat, SBN (Government Bond) yields melemah, dan Capital Inflow masuk di awal hingga pertengahan November 2023.
Baca Juga: Dihantam Ketidakpastian Geopolitik, Menko Airlangga Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh 4,94%
Kepala BKF, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, di tengah kondisi yang tidak pasti tadi, rupiah masih bisa bertahan. Padahal biasanya rupiah bakal langsung tertekan, jika melihatIndonesia dari tahun 2008.
"Indonesia dalam hal kurs itu biasanya langsung tertekan sangat signifikan, akan tetapi lihat apa yang terjadi, kenaikan suku bunga kebijakan 500 bps dalam posisi yang sangat cepat tetapi bagaimana kurs kita terjaga dengan sangat kuat," kata Febrio dalam Bank BTPN Economic Outlook 2024, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: 5 Dinamika Perubahan Global Jadi Sorotan Perry Warjiyo, Intip Detailnya
Menurut Febrio, saat ini Indonesia sudah dalam kondisi apresiasi bukan depresiasi, jadi dibandingkan awal tahun 2023 kita sekarang pada posisi apresiasi lagi. "Di sisi lain kita lihat juga indikator penting bagi perbankan adalah suku bunga global dan suku bunga risk free di Indonesia, referensinya biasanya adalah SBN 10 tahun," ungkap Febrio.
Baca Juga: Dihantam Ketidakpastian Geopolitik, Menko Airlangga Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh 4,94%
Kepala BKF, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, di tengah kondisi yang tidak pasti tadi, rupiah masih bisa bertahan. Padahal biasanya rupiah bakal langsung tertekan, jika melihatIndonesia dari tahun 2008.
"Indonesia dalam hal kurs itu biasanya langsung tertekan sangat signifikan, akan tetapi lihat apa yang terjadi, kenaikan suku bunga kebijakan 500 bps dalam posisi yang sangat cepat tetapi bagaimana kurs kita terjaga dengan sangat kuat," kata Febrio dalam Bank BTPN Economic Outlook 2024, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: 5 Dinamika Perubahan Global Jadi Sorotan Perry Warjiyo, Intip Detailnya
Menurut Febrio, saat ini Indonesia sudah dalam kondisi apresiasi bukan depresiasi, jadi dibandingkan awal tahun 2023 kita sekarang pada posisi apresiasi lagi. "Di sisi lain kita lihat juga indikator penting bagi perbankan adalah suku bunga global dan suku bunga risk free di Indonesia, referensinya biasanya adalah SBN 10 tahun," ungkap Febrio.
Lihat Juga :