Biaya Perang Israel Bisa Capai Rp821,2 Triliun, Moody's: Merusak Parah Ekonomi
Selasa, 28 November 2023 - 11:35 WIB
Moody's juga menempatkan peringkat kredit A1 Israel pada tinjauan untuk kemungkinan penurunan peringkat, juga meramalkan bahwa konflik berkepanjangan akan memaksa pemerintah menghabiskan miliaran shekel untuk pertahanan, termasuk upah ribuan anggota militer yang direkrut.
Pengeluaran besar-besaran juga akan mencakup pendanaan untuk kompensasi bagi bisnis yang terkena dampak perang dan rekonstruksi masyarakat yang terkena efeknya. Sementara itu pendapatan negara, terutama pendapatan pajak, akan terus merosot karena konsumsi, di antara faktor-faktor permintaan lainnya, anjlok, dengan tidak adanya sekitar 18% tenaga kerja Israel selama perang.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/11), perusahaan mengatakan, memperoleh 50 juta shekel (USD13,5 juta) pada kuartal tersebut, dibandingkan kerugian 96 juta shekel setahun sebelumnya ketika menerapkan rencana efisiensi. Pendapatan naik 1,2% menjadi 3,85 miliar shekel.
Chairman Itzik Abercohen menerangkan, telah terjadi lonjakan pembelian pada awal-awal serangan Hamas 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang. Akan tetapi penjualan kembali ke tingkat normal setelah satu atau dua minggu.
"Dalam estimasi perusahaan, berharap tidak ada dampak signifikan terhadap kegiatan dan hasil perusahaan akibat perang," katanya.
Penjualan online turun menjadi 17,9% dari total penjualan dari 18,9% tahun sebelumnya. Merek pribadinya sendiri menyumbang 26,5% dari penjualan ritel makanan. Pendapatan di unit toko obatnya naik 1,5% menjadi 270 juta shekel.
Pengeluaran besar-besaran juga akan mencakup pendanaan untuk kompensasi bagi bisnis yang terkena dampak perang dan rekonstruksi masyarakat yang terkena efeknya. Sementara itu pendapatan negara, terutama pendapatan pajak, akan terus merosot karena konsumsi, di antara faktor-faktor permintaan lainnya, anjlok, dengan tidak adanya sekitar 18% tenaga kerja Israel selama perang.
Efek Perang Bagi Pebisnis
Jaringan supermarket terbesar di Israel yakni Shufersal (SAE.TA) melaporkan laba di kuartal III/2023 sedikit berayun dan mereka berharap efek perang Israel dengan Hamas di Gaza kepada pebisnis tidak terlalu besar.Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/11), perusahaan mengatakan, memperoleh 50 juta shekel (USD13,5 juta) pada kuartal tersebut, dibandingkan kerugian 96 juta shekel setahun sebelumnya ketika menerapkan rencana efisiensi. Pendapatan naik 1,2% menjadi 3,85 miliar shekel.
Chairman Itzik Abercohen menerangkan, telah terjadi lonjakan pembelian pada awal-awal serangan Hamas 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang. Akan tetapi penjualan kembali ke tingkat normal setelah satu atau dua minggu.
"Dalam estimasi perusahaan, berharap tidak ada dampak signifikan terhadap kegiatan dan hasil perusahaan akibat perang," katanya.
Penjualan online turun menjadi 17,9% dari total penjualan dari 18,9% tahun sebelumnya. Merek pribadinya sendiri menyumbang 26,5% dari penjualan ritel makanan. Pendapatan di unit toko obatnya naik 1,5% menjadi 270 juta shekel.
(akr)
tulis komentar anda