Serangan Houthi di Laut Merah Bikin Terusan Suez Sepi, Ekonomi Mesir Makin Sengsara

Kamis, 11 Januari 2024 - 10:30 WIB
Terusan Suez merupakan jalur air buatan manusia yang secara resmi dibuka pada tahun 1869, kehadirannya telah menjadi sangat penting bagi Mesir. Dimana kontribusinya mencapai USD9,4 miliar dari biaya transit pada tahun fiskal 2022/2023.

Namun keuntungan itu berpotensi tergerus, sejak Houthi yang didukung Iran mulai menyerang kapal-kapal kargo sebagai tanggapan atas pemboman Israel di Jalur Gaza. Imbas kondisi memanas di Laut Merah membuat perusahaan-perusahaan raksasa pengiriman memilih rute yang jauh lebih panjang lewat Cape of Good Hope (Tanjung Harapan) di sekitar Afrika.

Terpantau, rute yang mengelilingi Afrika mengalami lonjakan kargo mencapai 67,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kata PortWatch IMF.

Situasi yang sangat fluktuatif telah menaikkan biaya asuransi, dimana raksasa pengiriman Denmark, Maersk mengatakan, bahwa pihaknya akan mengalihkan semua kapal dari Laut Merah. Sejak 18 November, 25 kapal komersial telah diserang di Laut Merah selatan dan Teluk Aden, menurut militer AS.

Houthi yang menjadi bagian dari "poros perlawanan" yang selaras dengan Iran terhadap Israel mengutarakan, serangan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Sementara itu pasukan AS dan Inggris telah menembak jatuh lebih dari 20 pesawat tak berawak (Drone) serta rudal di atas Laut Merah yang diluncurkan oleh Houthi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!