Krisis Laut Merah Jadi Batu Sandungan Wall Street Pekan Depan
Minggu, 14 Januari 2024 - 13:04 WIB
Namun di sisi lain, Mike berharap fenomena ini menjadi peluang saham-saham sektor energi yang menjadi konstituen S&P 500. Ketegangan di Timur Tengah dan tindakan OPEC terhadap produksi merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek.
Baca Juga: AS Lancarkan Serangan Baru ke Basis Houthi di Yaman
Adapun laporan pendapatan triwulanan dinilai juga akan menjadi katalis pasar. Perusahaan jasa minyak SLB - sebelumnya bernama Schlumberger, akan merilis laporan keuangannya minggu depan, disusul Baker Hughes dan Marathon Petroleum.
Menurut data LSEG, sektor energi akan mencatatkan kinerja pendapatan terburuk selama setahun penuh 2023 dibandingkan seluruh sektor pasar modal. Mereka memproyeksikan ada penurunan hampir 26% secara keseluruhan.
Sebagai catatan pada penutupan sesi terakhir, Dow Jones Industrial Average koreksi 0,31% menjadi 37.592.98. S&P 500 menguat 0,08% di 4.783,83, begitu juga Nasdaq Composite naik 0,02%, menjadi 14.972,76.
Baca Juga: AS Lancarkan Serangan Baru ke Basis Houthi di Yaman
Adapun laporan pendapatan triwulanan dinilai juga akan menjadi katalis pasar. Perusahaan jasa minyak SLB - sebelumnya bernama Schlumberger, akan merilis laporan keuangannya minggu depan, disusul Baker Hughes dan Marathon Petroleum.
Menurut data LSEG, sektor energi akan mencatatkan kinerja pendapatan terburuk selama setahun penuh 2023 dibandingkan seluruh sektor pasar modal. Mereka memproyeksikan ada penurunan hampir 26% secara keseluruhan.
Sebagai catatan pada penutupan sesi terakhir, Dow Jones Industrial Average koreksi 0,31% menjadi 37.592.98. S&P 500 menguat 0,08% di 4.783,83, begitu juga Nasdaq Composite naik 0,02%, menjadi 14.972,76.
(fjo)
Lihat Juga :