Dampak Nyata Boikot Israel, Starbucks PHK 2.000 Karyawan
Rabu, 06 Maret 2024 - 14:27 WIB
McDonald's juga menghadapi kampanye boikot atas sikap mereka terhadap konflik tersebut, sementara para aktivis juga menargetkan Burger King, KFC dan Pizza Hut, di antara jaringan restoran lainnya. CEO McDonald's, Chris Kempczinski, mengatakan pada bulan Januari bahwa jaringan restoran cepat saji ini mengalami dampak bisnis yang berarti di Timur Tengah dan di tempat lain yang terkait dengan perang Israel-Hamas.
Baca Juga: Boikot Bikin Starbucks dan H&M Bangkrut dalam Sekejap di Maroko
McDonald's juga menghadapi seruan boikot setelah sebuah waralaba lokal di Israel pada bulan Oktober mengatakan bahwa mereka akan mendistribusikan makanan gratis kepada para tentara Israel. "Rumor bahwa Starbucks secara finansial mendukung pemerintah Israel dan militernya adalah tidak benar," kata perusahaan itu di situs webnya.
Sebagai perusahaan publik, Starbucks diwajibkan untuk mengungkapkan segala bentuk sumbangan yang diberikan oleh perusahaan. Seorang karyawan Starbucks di Glen Rock, New Jersey, pada bulan Februari menemukan cat merah dan stiker antisemit yang berkaitan dengan perang Israel-Hamas di papan nama toko, kata polisi. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini juga menggugat Workers United atas pesan pro-Palestina yang diunggah serikat tersebut secara online.
Baca Juga: Boikot Bikin Starbucks dan H&M Bangkrut dalam Sekejap di Maroko
McDonald's juga menghadapi seruan boikot setelah sebuah waralaba lokal di Israel pada bulan Oktober mengatakan bahwa mereka akan mendistribusikan makanan gratis kepada para tentara Israel. "Rumor bahwa Starbucks secara finansial mendukung pemerintah Israel dan militernya adalah tidak benar," kata perusahaan itu di situs webnya.
Sebagai perusahaan publik, Starbucks diwajibkan untuk mengungkapkan segala bentuk sumbangan yang diberikan oleh perusahaan. Seorang karyawan Starbucks di Glen Rock, New Jersey, pada bulan Februari menemukan cat merah dan stiker antisemit yang berkaitan dengan perang Israel-Hamas di papan nama toko, kata polisi. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini juga menggugat Workers United atas pesan pro-Palestina yang diunggah serikat tersebut secara online.
(nng)
Lihat Juga :