PLN Indonesia Power Tambah Kapasitas Pembangkit Hijau di Nusa Penida

Senin, 11 Maret 2024 - 22:14 WIB
Pada 2024, PLTS Hybrid Nusa Penida akan dilakukan penambahan mesin pembangkit berkapasitas empat MW dan dalam jangka menengah, ditambah pembangkit hijau dari PLTS dan PLTB, yang dipadukan teknologi battery energy storage system (BESS) sebesar 14,5 MW.

Rencananya, pada 2025, PLTS sudah mulai beroperasi, disusul PLTB pada 2026. Sementara itu, dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR di Provinsi Bali, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menyampaikan PLTS Hybrid Nusa Penida tidak hanya sukses menjadi ikon gelaran KTT G20 Bali pada November 2022, namun sekaligus menandai komitmen bersama pada transisi energi.

"Pembangunan PLTS jangan hanya sekadar simbolik, namun harus secara terus menerus. Kita akan menuju NZE. Sebagai bangsa besar, kita berkomitmen melestarikan Bumi dari pemanasan global yang semakin hari semakin kita rasakan akibatnya," ujarnya.

Sugeng memandang PLTS Nusa Penida adalah langkah awal dan strategis bagi transisi energi Indonesia. "Memang sekarang masih relatif kecil, tetapi di Nusa Penida akan terjadi penghematan luar biasa dan juga menekan emisi luar biasa. Nusa Penida akan menjadi best practice, bagaimana energi transisi dengan PLTS khususnya. Jadi, kita memperoleh pengalaman empirik bagaimana mengganti energi fosil ke EBT," tambahnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengatakan pemerintah memberikan dukungan terkait penyusunan regulasi ketenagalistrikan melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

"Saat ini, RUKN sedang disusun, yang di dalamnya akan membahas juga bagaimana mencapai NZE 2060 untuk pembangkit fosil, yang sudah 63 persen, dan nantinya dikonversi menjadi EBT," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!