Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.783 per Dolar AS Sore Ini

Jum'at, 22 Maret 2024 - 16:16 WIB
Keputusan BoE diambil sehari setelah data menunjukkan inflasi turun ke level terendah dalam hampir dua setengah tahun, bahkan jika inflasi tetap lebih tinggi dari yang diinginkan bank.

The Fed secara tajam meningkatkan prospek pertumbuhannya pada tahun 2024. Meskipun bank sentral diperkirakan masih akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni, sikapnya yang relatif hawkish, dibandingkan dengan bank sentral lainnya, diperkirakan akan menguntungkan dolar.

Selain itu, Para pejabat tinggi PBOC mengisyaratkan bahwa mereka masih memiliki lebih banyak ruang untuk memotong rasio persyaratan cadangan bank, yang akan membuka lebih banyak likuiditas dalam perekonomian. Namun langkah seperti itu menjadi pertanda buruk bagi perekonomian dan adanya potensi sanksi AS yang lebih besar.

Dari sentimen domestik, kegiatan investasi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah mulai meningkat dan investor sudah tak lagi wait and see, terutama pada perusahaan-perusahaan yang mempunyai suatu kegiatan ekonomi, kegiatan bisnis yang terus meningkat, seperti sales, salesnya mulai tinggi.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 6%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.723

Sedangkan, pola kegiatan belanja modal (capital expenditure) sudah mulai meningkat secara signifikan setelah sempat mengalami penurunan. Adapun peningkatan investasi terjadi pada sejumlah perusahaan di sektor tertentu, yakni sektor makanan minuman, perdagangan besar, transportasi, komunikasi, serta horeca (hotel, restoran dan cafe).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!