Geliatkan Sektor Pariwisata, Jangan Takut Terbang
Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:35 WIB
“Sistem pendingin udara di dalam pesawat itu aman. Namanya HEPA dan ini telah teruji. Jadi, kalau sejak di bandara sudah dilakukan pemeriksaan bebas Covid-19, ya kita tentu memastikan sela ma protokol di dalam pesawat dijalani maka semua aman,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto.
Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, untuk menggairahkan industri penerbangan harus dilakukan kampanye terus-menerus sehingga masyarakat menjadi yakin bahwa terbang naik pesawat itu aman.
“Karena tidak mungkin akan berjalan begini terus. Makanya, ada adaptasi kebiasaan baru. Nah adaptasi atau perilaku kebiasaan baru itu di antaranya taruhlah datang lebih awal di bandara dua atau tiga jam karena ada proses pemeriksaan Covid-19 yang ketat dilakukan,” ungkapnya.
PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan untuk mendukung kampanye tersebut, pihaknya telah menggelar Safe Travel Campaign sejak 29 Juli 2020. Melalui Safe Travel Campaign ini seluruh personel PT Angkasa Pura II selaku pengelola 19 bandara dan personel stakeholder berkomitmen penuh menjaga dipatuhinya protokol kesehatan berstandar global diantaranya sesuai World Travel and Tourism Council (WTTC) yang juga merujuk ke Airport Council International (ACI). (Baca juga: Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal)
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan tujuan utama Safe Travel Campaign ini adalah agar bandara selalu siap serta sigap dalam hal operasional dan pelayanan yang mengedepankan aspek kesehatan di tengah adaptasi kebiasaan baru ini.
“Kesiapan dan kesigapan bandara ini kami harapkan dapat meningkatkan dan menjaga kepercayaan masyarakat kepada angkutan udara di tengah pandemi ini,” ujar Awaluddin.
Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, untuk menggairahkan industri penerbangan harus dilakukan kampanye terus-menerus sehingga masyarakat menjadi yakin bahwa terbang naik pesawat itu aman.
“Karena tidak mungkin akan berjalan begini terus. Makanya, ada adaptasi kebiasaan baru. Nah adaptasi atau perilaku kebiasaan baru itu di antaranya taruhlah datang lebih awal di bandara dua atau tiga jam karena ada proses pemeriksaan Covid-19 yang ketat dilakukan,” ungkapnya.
PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan untuk mendukung kampanye tersebut, pihaknya telah menggelar Safe Travel Campaign sejak 29 Juli 2020. Melalui Safe Travel Campaign ini seluruh personel PT Angkasa Pura II selaku pengelola 19 bandara dan personel stakeholder berkomitmen penuh menjaga dipatuhinya protokol kesehatan berstandar global diantaranya sesuai World Travel and Tourism Council (WTTC) yang juga merujuk ke Airport Council International (ACI). (Baca juga: Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal)
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan tujuan utama Safe Travel Campaign ini adalah agar bandara selalu siap serta sigap dalam hal operasional dan pelayanan yang mengedepankan aspek kesehatan di tengah adaptasi kebiasaan baru ini.
“Kesiapan dan kesigapan bandara ini kami harapkan dapat meningkatkan dan menjaga kepercayaan masyarakat kepada angkutan udara di tengah pandemi ini,” ujar Awaluddin.
Lihat Juga :