Negara Diminta Tetap Berperan dalam Pemerataan Distribusi Avtur
Selasa, 14 November 2023 - 19:15 WIB
loading...
Pemerintah diminta tetap berperan menjaga pemerataan distribusi bahan bakar pesawat agar moda transportasi ini tetap terjangkau. Foto/Ilustrasietap
A
A
A
JAKARTA - Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi seiring dengan menggeliatnya perekonomian memberikan dampak pada sektor transportasi, termasuk transportasi udara. Karena itu, pemerintah didorong untuk tetap terlibat dalam penyediaan bahan bakar pesaawat alias avtur, guna memastikan ongkos transportasi udara tetap terjangkau.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyikapi perkembangan sektor penerbangan nasional. Menurut dia, keterlibatan pemerintah dalam hal ini sangat wajar. Terlebih jika melihat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga banyak bandara terletak di daerah yang aksesnya tidak mudah.
"Pada dasarnya hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi jika ada pihak lain yang telah terlibat, alangkah baiknya jika pemerintah menjadi mitra dan sekaligus fasilitator," ungkap Komaidi di Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Ungkap Biang Keroknya
Menurut dia, negara perlu memberikan perhatian kepada badan usaha, terutama terkait penyediaan avtur di bandara-bandara perintis. Terlebih lagi pada bandara yang berlokasi di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) yang pangsa pasarnya secara bisnis masih belum memenuhi aspek keekonomian.
Terlepas dari itu, Komaidi menilai sejauh ini distribusi penyediaan avtur sudah berjalan baik. Indikator yang dapat dilihat adalah relatif tidak terdapat permasalahan terkait keberlanjutan pasokan avtur yang dikelukan oleh maskapai yang beroperasi di dalam negeri.
Terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) Denon Prawiraatmadja mengungkapkan keandalan penyediaan pasokan avtur di Indonesia harus segera disiapkan dengan mempertimbangkan pertumbuhan industri penerbangan.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyikapi perkembangan sektor penerbangan nasional. Menurut dia, keterlibatan pemerintah dalam hal ini sangat wajar. Terlebih jika melihat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga banyak bandara terletak di daerah yang aksesnya tidak mudah.
"Pada dasarnya hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi jika ada pihak lain yang telah terlibat, alangkah baiknya jika pemerintah menjadi mitra dan sekaligus fasilitator," ungkap Komaidi di Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Ungkap Biang Keroknya
Menurut dia, negara perlu memberikan perhatian kepada badan usaha, terutama terkait penyediaan avtur di bandara-bandara perintis. Terlebih lagi pada bandara yang berlokasi di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) yang pangsa pasarnya secara bisnis masih belum memenuhi aspek keekonomian.
Terlepas dari itu, Komaidi menilai sejauh ini distribusi penyediaan avtur sudah berjalan baik. Indikator yang dapat dilihat adalah relatif tidak terdapat permasalahan terkait keberlanjutan pasokan avtur yang dikelukan oleh maskapai yang beroperasi di dalam negeri.
Terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) Denon Prawiraatmadja mengungkapkan keandalan penyediaan pasokan avtur di Indonesia harus segera disiapkan dengan mempertimbangkan pertumbuhan industri penerbangan.
Lihat Juga :