Membaca Arah Sektor Perbankan dengan Ditopang Bankir Muda
Sabtu, 04 Mei 2024 - 14:32 WIB
Pengembangan transaksi dari luring ke daring hanya mengubah cara transaksi perbankan yang lebih tech savvy sehingga relate ke gen milenial dan gen Z ke depan. Tech savvy ini nanti juga akan berkembang ke internal perusahaan dimana perbankan juga dituntut lebih flexible ke pengerjaan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Oleh sebab itu, hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi perbankan untuk beradaptasi, baik dalam hal memberikan pengalaman perbankan terbaik bagi Gen Z dan generasi milenial maupun menampung sebagian dari generasi tersebut sebagai karyawan.
"Nanti pengembangan seperti CS dan transaksi dilakukan melalui teknologi. Bankir muda dituntut bisa untuk menganalisis risiko, hingga kemampuan bayar melalui big data, bukan hanya dari riwayat transaksi keuangan semata," pungkasnya.
Nailul menambahkan, perbankan memang terus menerus melakukan adaptasi terhadap perkembangan digital. Dalam masa transisi tersebut, bank-bank masih mempelajari kebutuhan yang tepat untuk merekrut angkatan kerja muda.
Karena tren digitalisasi dengan adanya super apps menyebabkan banyak peran yang sudah bisa dilakukan secara digital ketimbang layanan konvensional. "Maka memang kemampuan digital dibutuhkan ke depan bagi SDM perbankan, terutama untuk menunjang tech savvy kaum muda ini," imbuhnya.
Seperti diketahui, untuk menghadirkan bankir muda yang profesional di kalangan perbankan, program management trainee masih menjadi andalan. Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik dari berbagai universitas di Tanah Air, termasuk melalui jalur beasiswa, untuk menjadi tenaga kerja andal di industri perbankan.
Oleh sebab itu, hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi perbankan untuk beradaptasi, baik dalam hal memberikan pengalaman perbankan terbaik bagi Gen Z dan generasi milenial maupun menampung sebagian dari generasi tersebut sebagai karyawan.
"Nanti pengembangan seperti CS dan transaksi dilakukan melalui teknologi. Bankir muda dituntut bisa untuk menganalisis risiko, hingga kemampuan bayar melalui big data, bukan hanya dari riwayat transaksi keuangan semata," pungkasnya.
Nailul menambahkan, perbankan memang terus menerus melakukan adaptasi terhadap perkembangan digital. Dalam masa transisi tersebut, bank-bank masih mempelajari kebutuhan yang tepat untuk merekrut angkatan kerja muda.
Karena tren digitalisasi dengan adanya super apps menyebabkan banyak peran yang sudah bisa dilakukan secara digital ketimbang layanan konvensional. "Maka memang kemampuan digital dibutuhkan ke depan bagi SDM perbankan, terutama untuk menunjang tech savvy kaum muda ini," imbuhnya.
Seperti diketahui, untuk menghadirkan bankir muda yang profesional di kalangan perbankan, program management trainee masih menjadi andalan. Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik dari berbagai universitas di Tanah Air, termasuk melalui jalur beasiswa, untuk menjadi tenaga kerja andal di industri perbankan.
Lihat Juga :