Sanksi Baru Uni Eropa ke Rusia, Sasar Tarif Impor Senilai Rp7.000 T
Sabtu, 01 Juni 2024 - 11:42 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan bahwa pengenaan tarif terhadap biji-bijian Rusia merupakan contoh persaingan tidak sehat. Langkah ini akan memukul konsumen Uni Eropa sementara Moskow akan menggunakan rute pasokan alternatif.
Beberapa negara anggota Uni Eropa juga telah mengusulkan perluasan sanksi-sanksi blok tersebut untuk memasukkan bahan bakar nuklir yang dijual oleh Moskow. Sementara, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengingatkan bahwa tidak ada cara cepat untuk beralih dari bahan bakar nuklir Rusia. Keputusan tersebut juga dianggap akan membahayakan pasar energi global.
Baca Juga: 7 Bank Rusia yang Dijegal Sanksi Barat, Kini Diblokir dari SWIFT
Sebagai informasi, Uni Eropa bertujuan untuk mengadopsi putaran sanksi baru sebelum bulan Juli. Brussels mengadopsi paket ke-13 pembatasan terhadap Moskow menjelang ulang tahun kedua dimulainya konflik Ukraina pada bulan Februari.
Langkah-langkah ini sebagian besar ditujukan untuk menutup celah untuk mencegah Rusia menghindari pembatasan yang ada melalui negara-negara ketiga. Beberapa politisi dan diplomat tingkat tinggi Uni Eropa telah mengakui bahwa ruang lingkup sanksi lebih lanjut semakin menyempit.
Beberapa negara anggota Uni Eropa juga telah mengusulkan perluasan sanksi-sanksi blok tersebut untuk memasukkan bahan bakar nuklir yang dijual oleh Moskow. Sementara, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengingatkan bahwa tidak ada cara cepat untuk beralih dari bahan bakar nuklir Rusia. Keputusan tersebut juga dianggap akan membahayakan pasar energi global.
Baca Juga: 7 Bank Rusia yang Dijegal Sanksi Barat, Kini Diblokir dari SWIFT
Sebagai informasi, Uni Eropa bertujuan untuk mengadopsi putaran sanksi baru sebelum bulan Juli. Brussels mengadopsi paket ke-13 pembatasan terhadap Moskow menjelang ulang tahun kedua dimulainya konflik Ukraina pada bulan Februari.
Langkah-langkah ini sebagian besar ditujukan untuk menutup celah untuk mencegah Rusia menghindari pembatasan yang ada melalui negara-negara ketiga. Beberapa politisi dan diplomat tingkat tinggi Uni Eropa telah mengakui bahwa ruang lingkup sanksi lebih lanjut semakin menyempit.
(nng)
Lihat Juga :