Tapera Membebani, Pekerja Teriak: Kalau Uang Kita Ditabung Akan Kemakan Inflasi
Kamis, 06 Juni 2024 - 15:39 WIB
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menerangkan, Tapera sebenarnya memiliki niat baik, namun juga membebani masyarakat. Foto/Dok Sindo Photo/ Arif Julianto
JAKARTA - Polemik penerapan iuran Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera ) masih menjadi perbincangan hangat baik bagi kalangan pekerja dan dunia usaha. Menurut Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar, Tapera sebenarnya memiliki niat baik, namun juga membebani masyarakat.
Baca Juga: Polisi kerahkan 1.416 Personel Amankan Aksi Tolak Tapera di Istana
Dalam sesi wawancara yang dilangsungkan pada Kamis (6/6/2024), Timboel mengungkap bahwa Tapera merupakan program jempolan karena upayanya untuk menghadirkan rumah bagi masyarakat. Namun menurutnya program tersebut juga bisa membebani saat dijalankan karena skemanya sendiri belum jelas.
"Kami mendukung Tapera ini karena upaya untuk menghadirkan rumah, cuma kembali persoalannya ketika semangat yang baik membebani pekerja. Kemudian kalaupun kita tabung, tabungan imbal hasilnya apakah seperti BPJS Ketenagakerjaan minimal sama dengan rata-rata deposito bank pemerintah, gak bisa dijamin. Kalau uang yang kita tabung terus dapat bunga di bawah tabungan rata-rata artinya kita akan kemakan inflasi lagi, nilai uang kita akan turun," kata Timboel.
Baca Juga: Pengumuman! Iuran Tapera Belum Tentu Dipungut Mulai 2027
Lebih lanjut ia menyebut, program Tapera tidak akan efektif karena sanksinya sulit diterapkan dan programnya sendiri tumpang tindih dengan program manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Polisi kerahkan 1.416 Personel Amankan Aksi Tolak Tapera di Istana
Dalam sesi wawancara yang dilangsungkan pada Kamis (6/6/2024), Timboel mengungkap bahwa Tapera merupakan program jempolan karena upayanya untuk menghadirkan rumah bagi masyarakat. Namun menurutnya program tersebut juga bisa membebani saat dijalankan karena skemanya sendiri belum jelas.
"Kami mendukung Tapera ini karena upaya untuk menghadirkan rumah, cuma kembali persoalannya ketika semangat yang baik membebani pekerja. Kemudian kalaupun kita tabung, tabungan imbal hasilnya apakah seperti BPJS Ketenagakerjaan minimal sama dengan rata-rata deposito bank pemerintah, gak bisa dijamin. Kalau uang yang kita tabung terus dapat bunga di bawah tabungan rata-rata artinya kita akan kemakan inflasi lagi, nilai uang kita akan turun," kata Timboel.
Baca Juga: Pengumuman! Iuran Tapera Belum Tentu Dipungut Mulai 2027
Lebih lanjut ia menyebut, program Tapera tidak akan efektif karena sanksinya sulit diterapkan dan programnya sendiri tumpang tindih dengan program manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan BPJS Ketenagakerjaan.
Lihat Juga :