Terbongkar Jumlah Sebenarnya Korban PHK Industri Tekstil, Angkanya Fantastis
Jum'at, 14 Juni 2024 - 13:54 WIB
Baca Juga: TikTok Bakal PHK Besar-besaran, Karyawan Global Kena Dampak
Dia melanjutkan, badai PHK massal ini sebenarnya sudah terjadi bahkan sejak akhir tahun 2022. Sejumlah faktor seperti pengaruh konflik perang Rusia-Ukraina sehingga mengakibatkan permintaan ekspor produk TPT Indonesia menurun, menjadi penyebabnya.
"PHK sudah terjadi sejak akhir tahun 2022 yang diawali oleh perang Ukraina-Rusia yang menyebabkan turunnya daya beli di Eropa dan AS, sehingga perusahaan berorientasi ekspor kesulitan melakukan penjualan dan akhirnya mengurangi produksi diikuti pengurangan karyawan," jelas Gita.
Situasi tersebut lanjut Gita, diperparah dengan adanya invasi produk impor TPT asal China, baik secara legal maupun ilegal, menggempur pasar lokal di Indonesia. "Kondisi diperparah dengan serangan impor murah dari China, baik yang legal maupun ilegal ke pasar domestik karena China overstock akibat kondisi global," tutur Gita.
Dia mengatakan, pertumbuhan industri TPT tersebut pun hanya bertahan di angka -2% sepanjang tahun 2023. "Banjirnya impor ini mengakibatkan pasar domestik dipenuhi barang impor murah sehingga produk dalam negeri tidak bisa bersaing dan mengakibatkan turunnya produksi hingga utilisasi hanya sekitar 45%, imbasnya kemudian adalah PHK," katanya.
Dia melanjutkan, badai PHK massal ini sebenarnya sudah terjadi bahkan sejak akhir tahun 2022. Sejumlah faktor seperti pengaruh konflik perang Rusia-Ukraina sehingga mengakibatkan permintaan ekspor produk TPT Indonesia menurun, menjadi penyebabnya.
"PHK sudah terjadi sejak akhir tahun 2022 yang diawali oleh perang Ukraina-Rusia yang menyebabkan turunnya daya beli di Eropa dan AS, sehingga perusahaan berorientasi ekspor kesulitan melakukan penjualan dan akhirnya mengurangi produksi diikuti pengurangan karyawan," jelas Gita.
Situasi tersebut lanjut Gita, diperparah dengan adanya invasi produk impor TPT asal China, baik secara legal maupun ilegal, menggempur pasar lokal di Indonesia. "Kondisi diperparah dengan serangan impor murah dari China, baik yang legal maupun ilegal ke pasar domestik karena China overstock akibat kondisi global," tutur Gita.
Dia mengatakan, pertumbuhan industri TPT tersebut pun hanya bertahan di angka -2% sepanjang tahun 2023. "Banjirnya impor ini mengakibatkan pasar domestik dipenuhi barang impor murah sehingga produk dalam negeri tidak bisa bersaing dan mengakibatkan turunnya produksi hingga utilisasi hanya sekitar 45%, imbasnya kemudian adalah PHK," katanya.
Lihat Juga :