Blokade Perdagangan Minyak Rusia dan Sektor Keuangan, Inggris Jatuhkan Sanksi Baru
Sabtu, 15 Juni 2024 - 05:40 WIB
"Hari ini kita sekali lagi meningkatkan tekanan ekonomi melalui sanksi untuk menekan kemampuan Rusia dalam mendanai mesin perangnya. (Presiden Rusia Vladimir) Putin harus kalah, dan memotong kemampuannya untuk mendanai konflik berkepanjangan sangat penting," kata Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak.
"Inggris akan selalu berdiri bahu-membahu dengan Ukraina dalam perjuangannya untuk kebebasan," tambahnya.
Sunak menghadiri KTT Pemimpin G7 di Italia, di mana pemerintah Inggris dilaporkan berencana memberikan bantuan keuangan kepada Ukraina senilai 242 juta pounds (USD309 juta).
Langkah-langkah terbaru Inggris datang setelah AS memberikan sanksi tambahan kepada 300 individu dan entitas di Rusia, maupun di tempat lain atas apa yang digambarkan memiliki hubungan dengan "ekonomi perang" Moskow.
Duta Besar Moskow untuk Washington, Anatoly Antonov mengecam tindakan tersebut, dengan menyatakan bahwa Rusia akan menanggapi "dengan tegas" sanksi dan langkah "konfrontatif" lainnya oleh AS.
"Inggris akan selalu berdiri bahu-membahu dengan Ukraina dalam perjuangannya untuk kebebasan," tambahnya.
Sunak menghadiri KTT Pemimpin G7 di Italia, di mana pemerintah Inggris dilaporkan berencana memberikan bantuan keuangan kepada Ukraina senilai 242 juta pounds (USD309 juta).
Langkah-langkah terbaru Inggris datang setelah AS memberikan sanksi tambahan kepada 300 individu dan entitas di Rusia, maupun di tempat lain atas apa yang digambarkan memiliki hubungan dengan "ekonomi perang" Moskow.
Duta Besar Moskow untuk Washington, Anatoly Antonov mengecam tindakan tersebut, dengan menyatakan bahwa Rusia akan menanggapi "dengan tegas" sanksi dan langkah "konfrontatif" lainnya oleh AS.
(akr)
Lihat Juga :