Sanksi Baru ke Rusia Bikin Negara Uni Eropa Ini Was-was, Kok Bisa?
Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:05 WIB
Barat sedang menyiapkan sanksi terbaru terhadap Rusia, namun Brussels gagal menyepakati babak baru sanksi Uni Eropa (UE) kepada Moskow. Foto/Dok
JAKARTA - Barat sedang menyiapkan sanksi terbaru terhadap Rusia , namun Brussels gagal menyepakati babak baru sanksi Uni Eropa (UE) kepada Moskow. Pihak Jerman kabarnya menolak usulan sanksi terbaru tersebut bisa dijatuhkan kepada perusahaan yang melakukan bisnis dengan Moskow.
Baca Juga: Barat Siapkan Sanksi Baru, Blokade Kerja Sama China dengan Rusia
Mengutip dari seorang diplomat seperti dilansir Reuters, anggota Uni Eropa dijadwalkan membahas sanksi lanjutan pada Jumat malam waktu setempat. Akan tetapi masalah itu "ditarik dari agenda pertemuan pada saat-saat terakhir."
Pembatasan potensial akan mencakup larangan transit gas alam cair atau LNG Rusia dan rencana untuk menindak penghindaran sanksi dengan meminta operator UE bertanggung jawab atas pelanggaran oleh anak perusahaan dan mitra di negara ketiga.
Baca Juga: Blokade Perdagangan Minyak Rusia dan Sektor Keuangan, Inggris Jatuhkan Sanksi Baru
Jerman dilaporkan khawatir bahwa perusahaannya dapat ditandai sebagai kendaraan yang digunakan untuk melewati pembatasan. Menurut Deutsche Presse-Agentur, Berlin khawatir bahwa perusahaan-perusahaan Jerman dapat terkena peraturan yang sedang diusulkan itu.
Baca Juga: Barat Siapkan Sanksi Baru, Blokade Kerja Sama China dengan Rusia
Mengutip dari seorang diplomat seperti dilansir Reuters, anggota Uni Eropa dijadwalkan membahas sanksi lanjutan pada Jumat malam waktu setempat. Akan tetapi masalah itu "ditarik dari agenda pertemuan pada saat-saat terakhir."
Pembatasan potensial akan mencakup larangan transit gas alam cair atau LNG Rusia dan rencana untuk menindak penghindaran sanksi dengan meminta operator UE bertanggung jawab atas pelanggaran oleh anak perusahaan dan mitra di negara ketiga.
Baca Juga: Blokade Perdagangan Minyak Rusia dan Sektor Keuangan, Inggris Jatuhkan Sanksi Baru
Jerman dilaporkan khawatir bahwa perusahaannya dapat ditandai sebagai kendaraan yang digunakan untuk melewati pembatasan. Menurut Deutsche Presse-Agentur, Berlin khawatir bahwa perusahaan-perusahaan Jerman dapat terkena peraturan yang sedang diusulkan itu.
Lihat Juga :