Aset Rusia Rp4.519 Triliun Direbut Barat bikin Negara-negara Kaya Mulai Waswas

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:41 WIB
G7 disarankan untuk membatalkan rencana penyitaan aset Rusia secara langsung, setelah disebut ada 'ancaman terselubung' dari Riyadh. Baca Juga: Ekonomi Rusia Ditopang Perang Ukraina, Menang atau Kalah Bukan Pilihan

"Kami telah lama memperingatkan bahwa upaya ilegal untuk merampok Federasi Rusia, dengan mengambil alih aset kepemilikan kami dengan satu atau lain cara akan menyebabkan kerusakan besar pada sistem keuangan internasional dan akan membuat banyak negara besar dan kaya merasa khawatir tentang nasib kepemilikan mereka di luar negeri," kata Peskov, seperti dikutip oleh kantor berita TASS.

"Itulah yang terjadi sekarang," ungkap Peskov merespons kabar soal adanya ancaman Arab Saudi kepada negara-negara kaya yang tergabung dalam G7.

Saudi secara khusus menyebutkan, hal itu terkait utang yang dikeluarkan oleh departemen keuangan Prancis, seperti dilaporkan Bloomberg mengutip dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kepemilikan obligasi euro dan Prancis oleh Riyadh "mungkin tidak cukup besar" untuk membuat "perbedaan besar" jika dijual. Namun yang menjadi catatan adalah, para pejabat Eropa khawatir negara-negara lain bisa mengikuti jejak kerajaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!