Nekat! Jepang Akan Transfer Rp53 Triliun Dana Rusia yang Dibekukan ke Ukraina

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:45 WIB
Kyodo mengutip para diplomat yang mengatakan bahwa pihak berwenang Jepang akan segera menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan bagian mereka dari dukungan keuangan tersebut pada akhir tahun ini.

Para menteri keuangan dan kepala bank sentral G7 dilaporkan siap untuk menyetujui paket pinjaman tersebut, dimana AS dan UE masing-masing memberikan pinjaman sebesar USD20 miliar. Sedangkan Jepang, Inggris, dan Kanada memberikan pinjaman gabungan sebesar USD10 miliar.

Langkah itu diambil Jepang meski ada ancaman pembalasan dari Moskow terkait pengambilalihan dana negara Rusia. Awal tahun ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa pengambilalihan dana Rusia menciptakan preseden berbahaya dan menjadi paku peti mati bagi sistem ekonomi Barat. Peskov juga menekankan bahwa Moskow pasti akan membalas tindakan tersebut dengan meluncurkan tuntutan hukum terhadap entitas yang memanfaatkan asetnya.

Baca Juga: Mengapa Mayoritas Rakyat AS Yakin Negaranya Akan Mengalami Kehancuran?

Negara-negara Barat membekukan hampir USD300 miliar aset milik Bank Sentral Rusia tak lama setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022. Sebagian besar dana yang diblokir disimpan di UE, terutama di lembaga penyimpanan dan kliring Euroclear yang berbasis di Belgia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!