Harga Mobil Bisa Turun Loh, Gaikindo Minta Ini ke Pemerintah

Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:30 WIB
Gaikindo mengungkapkan bahwa permintaan saat ini yang paling banyak adalah produk mobil bekas menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat menurun. Foto/Yorri Farli/SINDO Photo
JAKARTA - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto berharap agar pemerintah memberikan stimulus atau insentif, sehingga bisa menekan harga jual kendaraan bermotor . Menurut informasi yang diterima Gaikindo dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perusahaan-perusahaan pembiayaan, bahwa permintaan saat ini yang paling banyak adalah produk mobil bekas.

(Baca Juga: Ekonomi Thailand Resesi, Ini Dampak yang Akan Dialami Indonesia )



"Biasanya produk mobil paling laku di kisaran harga Rp200-Rp250 juta, namun mobil bekas harganya di rentang Rp150 juta dan ke bawah. Dari situ, kami bisa ambil kesimpulan, bahwa daya beli masyarakat menurun," ungkap Jongkie dalam Market Review IDX Channel di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Dia mengatakan, seharusnya dari kasus tersebut, bisa diambil langkah antisipasi. Pihak Gaikindo tidak keberatan jika mobil bekas laku, namun hal tersebut tidak akan menolong industri otomotif atau pabrikan-pabrikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!