Sanksi Barat Bikin Aset Rp693 Triliun Milik Perusahaan Rusia Tertahan di Luar Negeri
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:43 WIB
Masalah pembayaran yang dialami pebisnis Rusia ini merupakan dampak dari sanksi Barat. Kementerian Keuangan AS mengancam, bakal menjatuhkan sanksi sekunder pada lembaga-lembaga yang terlibat dengan ekonomi Rusia tahun lalu.
Langkah itu mendorong bank-bank internasional untuk menutup pintu mereka pada bisnis Rusia atau sangat membatasi jumlah pembiayaan yang mereka tawarkan – bahkan dari sekutu terdekat Rusia.
India, yang merupakan pembeli besar minyak Rusia pada awal invasi Ukraina, menolak beberapa kapal minyak setelah adanya kesulitan dalam pembayaran antara pemasok Rusia dan penyulingan India, kata para pedagang kepada Reuters.
Sementara Uni Emirat Arab (UEA), pelanggan minyak besar Rusia lainnya, baru saja menindak armada bayangan Rusia, dengan melarang beberapa kapal tanker berlabuh di pelabuhannya, menurut data pengiriman yang dikutip oleh Bloomberg.
Selanjutnya China, salah satu mitra ekonomi terbesar Rusia, saat ini sebagian besar banknya menolak untuk menerima pembayaran dari Rusia. Hal ini dilaporkan oleh salah satu media Rusia.
Sejauh ini Moskow masih memiliki segelintir sekutu yang bersedia berdagang dan berbisnis dengan mereka. Negara ini juga mengejar metode pembayaran alternatif, seperti kripto, untuk menjaga bisnis tetap mengalir.
Namun para ahli mengatakan bahwa meningkatnya isolasi Rusia dari pasar global dapat memiliki konsekuensi besar pada masa depan ekonominya. Rusia sepertinya bakal masuk ke dalam jurang resesi yang parah pada tahun depan, ungkap seorang ekonom UC Berkeley kepada Business Insider. Hal ini merujuk pada perdagangan energi Moskow yang melemah dan memudarnya akses ke dolar AS.
Langkah itu mendorong bank-bank internasional untuk menutup pintu mereka pada bisnis Rusia atau sangat membatasi jumlah pembiayaan yang mereka tawarkan – bahkan dari sekutu terdekat Rusia.
India, yang merupakan pembeli besar minyak Rusia pada awal invasi Ukraina, menolak beberapa kapal minyak setelah adanya kesulitan dalam pembayaran antara pemasok Rusia dan penyulingan India, kata para pedagang kepada Reuters.
Sementara Uni Emirat Arab (UEA), pelanggan minyak besar Rusia lainnya, baru saja menindak armada bayangan Rusia, dengan melarang beberapa kapal tanker berlabuh di pelabuhannya, menurut data pengiriman yang dikutip oleh Bloomberg.
Selanjutnya China, salah satu mitra ekonomi terbesar Rusia, saat ini sebagian besar banknya menolak untuk menerima pembayaran dari Rusia. Hal ini dilaporkan oleh salah satu media Rusia.
Sejauh ini Moskow masih memiliki segelintir sekutu yang bersedia berdagang dan berbisnis dengan mereka. Negara ini juga mengejar metode pembayaran alternatif, seperti kripto, untuk menjaga bisnis tetap mengalir.
Namun para ahli mengatakan bahwa meningkatnya isolasi Rusia dari pasar global dapat memiliki konsekuensi besar pada masa depan ekonominya. Rusia sepertinya bakal masuk ke dalam jurang resesi yang parah pada tahun depan, ungkap seorang ekonom UC Berkeley kepada Business Insider. Hal ini merujuk pada perdagangan energi Moskow yang melemah dan memudarnya akses ke dolar AS.
Lihat Juga :