Laut Merah Masih Mencekam, Begini Respons 11 Raksasa Pelayaran Dunia

Selasa, 17 September 2024 - 07:15 WIB
Maersk memperkirakan gangguan akan berlanjut setidaknya hingga akhir 2024, dan selama satu tahun penuh masih akan dibayangi oleh krisis.

Kelompok pelayaran asal Denmark, yang telah menangguhkan lalu lintas logistiknya melalui Laut Merah, mengatakan pada bulan Juli, bahwa mereka mengalami dampak berjenjang dari gangguan di wilayah tersebut, dengan kemacetan di seluruh jaringan lautnya.

8. MSC



Mediterranean Shipping Company (MSC) mengutarakan, pada bulan Desember bahwa kapal-kapalnya tidak akan transit melalui Terusan Suez.

9. NIPPON YUSEN (9101.T)



Perusahaan pengiriman terbesar Jepang berdasarkan penjualan menangguhkan navigasi melalui Laut Merah untuk semua kapal, kata seorang juru bicara kepada Reuters pada bulan Januari.

10. OCEAN NETWORK EXPRESS



Usaha patungan antara Kawasaki Kisen Kaisha (9107.T) Jepang, Mitsui O.S.K. Lines (9104.T), dan Nippon Yusen mengatakan, pada bulan Desember akan mengalihkan kapal ke sekitar Tanjung Harapan atau menghentikan sementara perjalanan dan pindah ke daerah yang lebih aman.

11. OOCL



Grup kontainer yang berkantor pusat di Hong Kong mengutarakan, pada bulan Desember bahwa mereka telah menginstruksikan kapal untuk mengalihkan rute dari Laut Merah atau menangguhkan pelayaran. Mereka juga berhenti, menerima kargo ke dan dari Israel sampai pemberitahuan lebih lanjut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!