LPS Beberkan Risiko Ketidakpastian Ekonomi Mendatang, Simak Nih
Senin, 30 September 2024 - 19:13 WIB
kinerja ekonomi domestik saat ini dinilai masih baik dan perlu terus didorong lebih tinggi.Foto/Dok
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap sejumlah risiko ketidakpastian ekonomi mendatang. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, risiko yang masih perlu dicermati antara lain, indikasi penurunan aktivitas manufaktur global, eskalasi konflik geopolitik kawasan, transisi pemerintahan di berbagai negara yang potensial mempengaruhi arah kebijakan ekonomi.
Baca Juga : APBN On Track di Tengah Ketidakpastian Global, Bea Cukai Catatkan Kinerja Positif
“Serta ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga yang dapat mempengaruhi sentimen investor pasar keuangan,” kata Purbaya saat konferensi pers di kantor LPS Jakarta pada Senin (30/9).
Meski demikian, kinerja ekonomi domestik saat ini dinilai masih baik dan perlu terus didorong lebih tinggi. Perbaikan kinerja tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen yang berada di zona optimis, diikuti dengan tren penjualan riil di zona positif 5,8 persen secara tahunan atau year on year. Sementara, kinerja neraca perdagangan mencatat surplus sebesar USD2,9 miliar dan berkontribusi mendukung ketahanan eksternal.
“Dari sinilah aktivitas ekonomi lintas sektor dan ekspansi korporasi perlu terus didorong lebih tinggi agar dapat berkontribusi pada peningkatan daya beli rumah tangga dan kualitas pertumbuhan ekonomi,” imbuh Purbaya.
Purbaya juga menyampaikan beberapa perkembangan positif terkini yaitu, kinerja industri perbankan terus membaik ditopang sektor korporasi. Per Agustus 2024, kredit perbankan tumbuh sebesar 11,40 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,01 persen secara tahunan.
Baca Juga : APBN On Track di Tengah Ketidakpastian Global, Bea Cukai Catatkan Kinerja Positif
“Serta ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga yang dapat mempengaruhi sentimen investor pasar keuangan,” kata Purbaya saat konferensi pers di kantor LPS Jakarta pada Senin (30/9).
Meski demikian, kinerja ekonomi domestik saat ini dinilai masih baik dan perlu terus didorong lebih tinggi. Perbaikan kinerja tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen yang berada di zona optimis, diikuti dengan tren penjualan riil di zona positif 5,8 persen secara tahunan atau year on year. Sementara, kinerja neraca perdagangan mencatat surplus sebesar USD2,9 miliar dan berkontribusi mendukung ketahanan eksternal.
“Dari sinilah aktivitas ekonomi lintas sektor dan ekspansi korporasi perlu terus didorong lebih tinggi agar dapat berkontribusi pada peningkatan daya beli rumah tangga dan kualitas pertumbuhan ekonomi,” imbuh Purbaya.
Purbaya juga menyampaikan beberapa perkembangan positif terkini yaitu, kinerja industri perbankan terus membaik ditopang sektor korporasi. Per Agustus 2024, kredit perbankan tumbuh sebesar 11,40 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,01 persen secara tahunan.
Lihat Juga :